Begini Caranya Vaksin Melindungi Anda

DokterSehat.Com – Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin adalah jenis yang berbahaya dan mematikan. Vaksin mengurangi risiko terjadinya infeksi dengan menggunakan perlawanan tubuh sendiri untuk membuat kekebalan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Kali ini kami akan membahas bagaimana tubuh melawan infeksi dan bagaimana vaksin bekerja untuk melindungi tubuh.

doktersehat-protelindo2013-inharmonyclinic

Untuk memahami bagaimana kerja vaksin, kita perlu memahami bagaimana tubuh bekerja melawan penyakit. Ketika kuman (sebutan untuk bakteri atau/dan virus) menjangkit tubuh, mereka tidak hanya melakukan serangan tetapi juga memperbanyak diri. Serangan itu disebut infeksi dan infeksilah yang menimbulkan penyakit. Untuk melawan infeksi, tubuh memiliki beberapa senjata pertahanan. Sebagian dari senjata pertahanan itu terdapat pada darah.

Darah terdiri dari dua macam sel darah, yaitu sel darah merah dan sel darah putih. Sel darah merah membawa oksigen ke jaringan dan organ-organ lainnya, sedangkan sel darah putih bekerja dalam memerangi infeksi. Sel-sel darah putih ini terdiri dari limfosit B, limfosit T dan makrofag.

Makrofag adalah sel darah putih yang menelan dan mencerna kuman, memakan sel-sel mati. Makrofag meninggalkan bagian dari kuman menyerang disebut antigen. Tubuh mengidentifikasi antigen sebagai benda berbahaya dan merangsang tubuh untuk menyerang mereka.

Limfosit B memproduksi antibodi yang berfungsi memusnahkan antigen dengan bantuan makrofag. Antigen adalah zat-zat yang memicu repons kekebalan tubuh.

• Limfosit T adalah tipe sel darah putih yang berguna untuk menyerang. Mereka menyerang sel tubuh yang telah terinfeksi.

Pertama kali tubuh terkena kuman, membutuhkan waktu beberapa hari untuk membuat senjata yang dapat digunakan untuk memenangkan pertarungan melawan kuman tersebut. Lantas tubuh akan menyimpan memori pertarungan itu sebagai informasi yang akan digunakan untuk bertahan seandainya kuman yang serupa menyerang kembali. Tubuh menyimpan banyak Limfosit T yang disebut dengan sel Memori yang dapat bertindak dengan cepat jika tubuh dimasuki kuman yang sama. Ketika antigen yang sudah dikenali terdeteksi, Limfosit B memproduksi antibodi untuk melawan kuman.

Baca Juga:  Imunisasi Polio

 

Ilustrasi mengenai bagaimana cara vaksinasi bekerja

Ilustrasi mengenai bagaimana cara vaksinasi bekerja

 

Vaksin yang  salah satu cara pembuatannya adalah dengan menggunakan kuman yang dibuat lemah dapat membantu tubuh membangun kekebalan yang berguna dalam menangkal infeksi primer (infeksi sesungguhnya saat terserang kuman). Dalam prosesnya, vaksin merangsang tubuh menggunakan infeksi imitasi yang lemah. Infeksi yang disebabkan oleh vaksin tidak menyebabkan timbulnya penyakit melainkan merangsang sistem imun untuk memproduksi Limfosit T dan antibodi. Kadang-kadang setelah mendapatkan vaksin, infeksi imitasi ini dapat menimbulkan gejala ringan seperti demam. Gejala ringan ini adalah wajar dan dapat dianggap bahwa tubuh sedang membuat kekebalan.

Setelah infeksi buatan ini berlalu, tubuh akan dipenuhi Limfosit T memori juga Limfosit B yang akan mengingat cara untuk memerangi kuman yang serupa di kemudian hari. Namun dibutuhkan waktu sekitar beberapa minggu bagi tubuh untuk membentuk limfosit T dan limfosit B setelah vaksinasi. Oleh karena itu masih memungkinkan mengalami penyakit jika seseorang yang baru saja mendapat vaksinasi terinfeksi oleh kuman tersebut, bukan karena vaksinnya tidak bekerja, namun kekebalannya belum muncul untuk dapat melindungi tubuh dari penyakit. Tertarik untuk mendapatkan vaksinasi anda sekarang?

Dr. Kristo Hendra Djaya

Ditulis oleh Dr. Kristo Hendra Djaya, SpPD

Dr. Kristo Hendra Djaya, SpPD merupakan dokter ahli pencegahan penyakit, Vaksinologis, Internis di RSIA Bun Kosambi dan CEO dari Klinik InHarmony. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam mengenai penyakit dalam dan pencegahan penyakit, beliau merupakan salah satu pakar vaksin & imunisasi yang terdepan dan paling dicari di Indonesia.