Begini Caranya Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Anak yang Pendek

DokterSehat.Com– Di Indonesia, kasus anak stunting atau tinggi badannya kurang dari ideal ternyata masih kerap terjadi. Penyebab utama dari masalah anak pendek ini adalah kurangnya nutrisi makanan. Pakar kesehatan menyebut stunting sebagai salah satu masalah kekurangan gizi kronis yang dipicu oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama. Biasanya, hal ini disebabkan oleh ibu yang tidak menyediakan nutrisi yang cukup bagi buah hatinya sejak dalam kandungan hingga saat tahun-tahun pertamanya setelah dilahirkan. Tanda anak stunting ini mulai tampak saat usianya mencapai 2 tahun.

doktersehat-tinggi-badan-berhenti-tumbuh

Tak hanya membuat tubuhnya pendek, anak dengan stunting juga akan mengalami beberapa masalah kesehatan lainnya seperti gangguan kecerdasan, gangguan emosi, atau bahkan kurang cerdas.

Pakar kesehatan anak dr. Ahmad Suryawan menyebutkan bahwa untuk mencegah anak tumbuh dengan kondisi stunting, ada baiknya orang tua selalu mengecek pertumbuhan tinggi dan berat badannya. Jika mulai menemukan adanya tanda-tanda stunting, maka orang tua bisa segera memberikan nutrisi yang lebih baik dan stimulasi gerak pada buah hatinya.

Selain memberikan makanan dengan kadar gizi yang baik dan seimbang, orang tua juga sebaiknya memastikan untuk memberikan ASI Eksklusif bagi bayi pada enam bulan pertama usianya dan kemudian didampingi dengan makanan pendamping ASI (MP ASI) yang bergizi tinggi.

Saat anak sudah bisa melakukan berbagai gerakan layaknya berjalan kaki atau berlari, sering-seringlah mengajak anak melakukan aktifitas fisik layaknya mengajak berolahraga atau bermain bersama di taman. Orang tua jangan malas atau hanya memberikan gadget pada buah hatinya agar mereka bisa asik bermain sendiri dan tenang karena hal ini justru bisa memberikan dampak buruk bagi pertumbuhannya.

Dengan mengajak anak melakukan aktifitaas fisik, maka anak akan menjadi semakin sehat, bugar, merangsang ketrampilan motorik, mendukung perkembangan kognitif, sekaligus mendukung kemampuan mengendalikan emosi anak.