Beda Usia, Beda Pula Penggunaan Pasta Giginya

DokterSehat.Com – Masyarakat umum sudah terlanjur memiliki pemahaman dimana untuk membersihkan giginya setiap hari, mereka akan membutuhkan sikat gigi dan juga pasta gigi. Sikat dan pasta gigi seakan menjadi peralatan yang tidak bisa dipisahkan, apapun jenisnya, padahal, dalam realitanya, setiap orang memiliki kebutuhan pembersihan gigi yang sangat berbeda-beda sehingga diciptakanlah beragam jenis pasta gigi. Dalam beberapa kasus, beberapa orang bahkan tidak membutuhkan pasta gigi untuk membersihkan giginya.

doktersehat-sikat-gigi-kotor-kuman-kamar-mandi

Kita bisa mengambil contoh dimana pasta gigi yang dipakai oleh anak-anak dan juga orang dewasa akan memiliki kandungan fluoride yang berbeda dimana pasta gigi orang dewasa akan memiliki kandungan fluoride yang lebih tinggi. Pakar kesehatan Oktri Manessa sendiri menyebutkan jika orang dewasa memang sebaiknya menggunakan pasta gigi saat membersihkan giginya. Hanya saja, bagi anak-anak, pasta gigi bukan menjadi hal yang wajib dibutuhkan saat membersihkan gigi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Anak kecil, khususnya yang berusia balita yang masih belum bisa meludah tentu memiliki resiko besar jika melakukan pembersihan gigi dengan memakai pasta gigi. Sebagaimana kita ketahui, pasta gigi memiliki banyak kandungan kimia yang seharusnya tidak boleh memasuki bagian dalam tubuh. Singkatnya adalah, pasta gigi boleh memasuki mulut, namun sangat tidak disarankan untuk tertelan. Anak kecil yang belum bisa meludah memiliki resiko tinggi untuk menelan pasta gigi  saat penyikatan dilakukan. Orang tua sendiri bisa memakai sikat gigi lembut dan teknik penyikatan yang tepat untuk membersihkan gigi anak yang belum boleh memakai pasta gigi.

Memang, kini ada beberapa produk pasta gigi yang mengklaim jika pasta giginya aman meskipun ditelan oleh anak. Namun, pakar kesehatan menyarankan orang tua untuk baru memberikan pasta gigi pada anak yang sudah mampu meludah sehingga pasta gigi pun tidak akan tertelan saat penyikatan gigi.