Beberapa Tips Pencegahan Amandel

DokterSehat.Com – Penyakit amandel sering kali ditemui pada anak-anak kecil. Banyak orang yang berpikir jika amandel disebabkan oleh konsumsi makanan yang sangat buruk. Padahal, penyakit amandel sering kali disebabkan oleh infeksi kuman pada amandel dan kuman ini bisa saja berasal dari udara. Tahukah anda, amandel sendiri adalah sebuah organ pada pangkal mulut yang menyaring berbagai bakteri atau kuman. Sayangnya, kuman atau bakteri inilah yang pada akhirnya membuat pembengkakan pada amandel yang dikenal sebagai istilah tonsilitis. Selain dapat menyebabkan kesulitan dalam menelan, jika penderitanya mengalami pembengkakan yang parah dan akhirnya mengganggu pernafasan, amandelpun harus diangkat dengan operasi.

doktersehat-anak-sakit-batuk-konsultasi-dokter

Kita tentu tidak ingin mendapatkan penyakit amandel yang menyiksa, bukan? Jika kita melihat seseorang yang terkena radang tenggorokan, maka bisa jadi radang ini akan membuat masalah bagi amandel sehingga kita tentu bisa menghindarinya. Selain itu, kita harus menghindari memakai gelas bersama dengan orang lain karena bisa jadi orang lain memiliki kuman atau bakteri yang bisa memicu masalah amandel dalam tenggorokan kita.

Selain memakai berbagai peralatan pribadi, kita juga harus rajin-rajin membersihkan tangan dengan sabun agar bisa mengurangi resiko mendapatkan infeksi dari kuman atau bakteri. Disamping mengurangi resiko mendapatkan kuman dari lingkungan luar rumah, kita juga bisa mengurangi resiko mendapatkan kuman atau infeksi dari kamar mandi atau saat kita ingin makan.

Jika kita telah mengalami radang pada tenggorokan kita, kita bisa mengganti sikat gigi sehingga resiko terjadinya pembengkakkan pada amandel akan semakin berkurang. Di samping itu, kita bisa mengkonsumsi air putih dengan cukup sehingga iritasi pada amandel pun semakin berkurang. Selain itu, janganlah mengkonsumsi makanan yang cenderung pedas, asam, atau bahkan terlalu panas sehingga peradangan menjadi semakin parah. Andai masalah infeksi pada amandel cukup parah, maka kita harus segera memeriksakannya ke dokter sehingga mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:  Penelitian: Tes Darah Mampu Mendeteksi Datangnya Serangan Jantung!