Beberapa Penyebab Disfungsi Ereksi Bagi Pria

DokterSehat.Com – Jika seseorang mengalami disfungsi ereksi, maka Ia pun bisa dengan mudah langsung kehilangan rasa percaya dirinya. Pria yang mengalami disfungsi ereksi akan cenderung terlihat loyo dan kurang bisa menunjukkan kejantanannya saat berhubungan intim dengan pasangannya. Sayangnya, kebanyakan pria yang mengalami disfungsi ereksi justru tidak mengerti apa saja penyebab masalah disfungsi ereksi ini. Berikut adalah beberapa diantaranya.

doktersehat-kesuburan-pria-paracetamol-viagra-overdosis

Depresi atau stress ternyata bisa menjadi pemicu utama mengapa pria mengalami disfungsi ereksi. Dengan tubuh yang mengalami depresi atau stress, pikiran pun akan ikut terbawa depresi dan memicu banyak masalah termasuk organ vitalnya. Dengan pikiran yang stress, kita tentu akan kesulitan untuk memikirkan hal-hal yang bisa membangkitkan hasrat seksual dan ereksi sehingga minat untuk berhubungan intim pun menurun. Kita tentu harus rajin-rajin mengelola stress untuk menghindari hal ini.

Pria yang masih melakukan banyak kebiasaan buruk layaknya merokok dan mengkonsumsi alkohol tentu akan beresiko mengalami disfungsi ereksi. Alkohol dan rokok bisa memicu kecanduan sehingga bisa mengurangi fungsi utama jantung dan berpengaruh langsung pada aliran darah ke ereksi penis. Cobalah untuk tidak lagi mengkonsumsi rokok dan minuman beralkohol untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat. Selain karena faktor gaya hidup yang buruk, pria yang cenderung menggemuk akan kesulitan mendapatkan kepercayaan diri dan mengurangi kadar hormon testosteron. Hormon testosteron yang semakin berkurang tentu saja bisa memicu masalah disfungsi ereksi pada pria.

Jika pria ingin menghindari masalah disfungsi ereksi ini, maka kita tentu harus melakukan gaya hidup yang sehat dengan konsumsi makanan yang bergizi serta meningkatkan rutinitas berolahraga. Selain bisa menambah stamina dan menjaga kesehatan tubuh, rutinitas olahraga dengan asupan makanan yang tepat ternyata bisa secara efektif mengurangi rasa cemas, depresi, dan khawatir yang bisa secara tidak langsung berkontribusi pada masalah disfungsi ereksi.