Beberapa Mitos Mengenai Depresi

DokterSehat.Com – Jika seseorang mengalami depresi, banyak orang yang justru memilih untuk membiarkan orang tersebut mengalami depresinya seorang diri karena menganggapnya sebagai orang yang belum dewasa seutuhnya atau bahkan dianggap hanya sedang mencari perhatian. Hal ini ternyata bisa sangat berbahaya karena seseorang yang mengalami depresi jelas membutuhkan dukungan dari banyak pihak agar bisa mendapatkan kembali kualitas kehidupannya. Depresi sendiri memang memiliki banyak sekali mitos yang dipercaya oleh masyarakat sehingga banyak sekali kasus depresi yang justru tidak ditangani dengan baik karena tidak mendapatkan respon yang ideal oleh masyarakat itu sendiri.

doktersehat-konsultasi-Limfadenopati

Mitos pertama yang cukup banyak diyakini oleh masyarakat mengenai depresi adalah mereka yang mengidap depresi cenderung dianggap sebagai orang yang terobsesi dengan pribadinya sendiri dan tidak bisa memikirkan orang lain sama sekali. Ia hanya dianggap sebagai pencari perhatian yang tidak perlu ditanggapi. Hal ini ternyata salah kaprah. Penderita depresi biasanya memiliki masalah besar yang bisa menyita pikirannya setiap waktu dan bahkan kecenderungannya mereka justru memiliki empati yang cukup besar bagi orang lain. Selain itu, banyak kasus dimana penderita depresi justru sangat mudah membaur dengan kehidupan normal dan bersosialisasi dengan baik, apalagi jika Ia masih memiliki sahabat atau keluarga yang bisa menjadi penetralisir depresinya.

Banyak orang yang menggampangkan depresi dan menyarankan penderitanya untuk berpikir hal-hal yang positif dan bahagia sehingga depresinya pun bisa dienyahkan. Memang, jika kita lebih sering berpikir positif dan tertawa maka depresi pun bisa mereda. Namun, redanya depresi ini biasanya hanya terjadi sementara waktu saja dan tetap harus disembuhkan dengan cara lain yang lebih efektif. Beberapa orang lain bahkan berpikir jika penderita depresi juga cenderung akan lebih mudah bunuh diri. Hal ini juga salah kaprah mengingat sebagian penderita depresi justru tetap tangguh untuk menjalani aktifitas hariannya dengan normal meskipun di dalam hatinya Ia sangat menderita.

Baca Juga:  Spanyol Mengumumkan Kasus Kelahiran Bayi Mikrosefali Akibat Virus Zika Untuk Pertama Kali

Mitos terakhir yang dipercaya oleh masyarakat adalah kaum hawa cenderung lebih mudah mengalami depresi, baik itu mereka yang masih berusia remaja ataupun yang sudah dewasa. Belum ada penelitian yang benar-benar menunjukkan kebenaran fakta ini sehingga mitos ini masih belum bisa dibenarkan. Satu hal yang pasti, penderita depresi harus segera didukung oleh orang-orang terdekat agar mau mendapatkan bantuan medis atau psikolog sehingga depresinya tidak memburuk dan menyebabkan masalah yang jauh lebih besar.