Beberapa Mitos Mencegah Kehamilan

DokterSehat.Com – Beberapa pasangan muda yang baru saja menikah akan cenderung tidak memiliki keinginan untuk mendapatkan keturunan dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan mereka ingin menata kehidupan rumah tangganya agar menjadi lebih baik dan lebih siap jika nantinya mendapatkan keturunan. Karena alasan ini, pasangan muda ini pun bisa mendapatkan kekhawatiran saat berhubungan intim dan pada akhirnya mempercayai beberapa mitos yang berkembang di masyarakat yang bisa mencegah kehamilan. Apakah mitos-mitos ini memang benar adanya?

doktersehat-pasangan-hubungan-intim

Mitos pertama yang diyakini bisa mencegah kehamilan adalah dengan cara membersihkan sperma yang ada pada vagina sang wanita segera setelah hubungan intim selesai dilakukan. Hal ini ternyata sama sekali tidak akan membantu mencegah kehamilan. Bagaimana tidak, saat pria mendapatkan orgasme, maka baik alat kelamin pria maupun otot pada vagina wanita akan melakukan kontraksi yang bisa membantu sperma untuk mencapai sel telur. Sperma yang ada di sekitar vagina hanyalah sebagian saja yang tidak ikut meluncur ke sel telur sehingga membersihkan sperma ini pun merupakan hal yang sia-sia.

Mitos berikutnya adalah dengan cara mengurangi kenikmatan berhubungan intim yakni dengan mencabut penis pria sebelum mengalami ejakulasi. Tahukah anda, sebelum mendapatkan ejakulasi, cairan yang keluar pada penis saat melakukan hubungan intim ternyata juga sudah mengandung sperma sehingga bisa jadi sperma ini bisa meluncur ke sel telur dan membuahinya. Beberapa wanita bahkan akan langsung meloncat-loncat setelah hubungan intim selesai dengan harapan hal ini bisa mengeluarkan sperma yang sudah dikeluarkan pada vagina sang istri. Ingatlah bahwa meskipun berbentuk cair, sperma bukanlah air yang bisa dengan mudah meninggalkan vagina.

Mitos lain yang cukup konyol untuk mencegah kehamilan adalah dengan meminum soda sebelum berhubungan karena bisa membuat kesuburan pria menurun drastis. Pakar kesehatan berkata jika mitos ini ternyata sama sekali tidak benar karena soda tidak memberikan efek apapun bagi kualitas kesuburan. Alih-alih mempercayai mitos-mitos tak berdasar ini, mengapa tidak memakai alat kontrasepsi atau berkonsultasi dengan dokter kandungan saja untuk menunda kehamilan?