Beberapa Kesalahan Dalam Melakukan Pertolongan Pertama

DokterSehat.Com – Saat seseorang mengalami kecelakaan, kita tentu harus segera melakukan pertolongan secepat mungkin untuk bisa menghindari korban yang kehilangan nyawa atau mendapatkan cedera yang sangat parah. Sayangnya, ilmu tentang melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan tidak terlalu banyak dikenal luas oleh masyarakat sehingga seringkali pertolongan pertama yang dilakukan justru membuat cedera atau luka menjadi semakin parah. Berikut adalah beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan saat melakukan pertolongan pertama.

doktersehat-rumah-sakit-emergensi-darurat

Karap kali saat terjadi kecelakaan dengan korban yang mengalami luka terbuka justru diberikan cairan hidrogen peroksida yang diyakini masyarakat mampu mambuat kuman dan bakteri terbunuh. Hal ini ternyata salah besar! Cairan hidrogen peroksida justru akan membuat proses penyembuhan luka menjadi semakin lambat dan luka bahkan beresiko menjadi semakin parah. Air mengalir bahkan diyakini jauh lebih aman untuk membersihkan luka terbuka sebelum anda membawa korban kecelakaan ini ke instansi kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Jika kita mengalami luka bakar layaknya karena terkena setrika panas atau penggorengan saat memasak, kita akan langsung memberikan mentega untuk menutupi luka bakarnya. Sayangnya, kebiasaan ini ternyata jsutru akan membuat kulit yang terluka bakar akan tertutup dan panas pun tidak bisa dilepaskan. Yang terjadi adalah, luka pun bisa menjadi semakin parah. Jika kita mengalami luka bakar, ada baiknya kita alirkan air mengalir ke luka tersebut selama beberapa waktu dan biarkan luka tersebut mengering tanpa ada salep atau olesan apapun. Jika anda memiliki plester steril dan berpori, barulah kita bisa menempelkannya ke luka bakar untuk melindungi luka ini dari infeksi kuman.

Jika ada yang terkena mimisan, maka kita seringkali meminta penderita mimisan untuk mengongakkan kepala dengan tujuan membuat aliran darah kembali ke perut. Hal ini ternyata justru bisa membuat penderita mimisan meneland arah dan menyebabkan muntah-muntah. Jika seseorang mengalami mimisan, biarkan tubuh penderitanya agak condong ke depan dan cobalah untuk menekan hidung dengan jari dengan waktu lima hingga 10 menit. Cara ini biasanya akan jauh lebih efektif untuk menghentikan peredaran darah penderita mimisan.