Beberapa Kebiasaan Buruk Yang Kita Lakukan Saat Makan

DokterSehat.Com – Sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum bisa benar-benar mengerti tentang pola makan yang sehat. Seringkali kita mengkonsumsi makanan yang berlemak atau bahkan bergizi kurang seimbang sehingga kesehatan tubuh kita pun beresiko mendapatkan masalah kesehatan. Selain pola makan atau pemilihan makanan yang kurang tepat, banyak masyarakat yang memakai beberapa kebiasaan buruk yang tanpa disadari selalu dilakukan saat makan seperti sebagai berikut.



Untuk mendapatkan kondisi tubuh yang lebih sehat, kita pun harus banyak-banyak mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Sayangnya, banyak orang yang mempercayai pendapat ini dengan cara yang salah sehingga mereka pun akan mengkonsumsi makanan sehat terlalu banyak. Padahal, segala sesuatu yang berlebihan tentu akan tidak baik bagi kesehatan, bukan? Karena alasan inilah banyak pakar kesehatan yang menyarankan kita berhenti untuk makan saat perut sudah merasa kenyang karena tubuh telah memberi tanda jika nutrisi yang dibutuhkan sudah cukup didapatkan.

Selain makan dengan berlebihan, banyak orang yang juga cenderung rela untuk menahan lapar hanya karena ingin menurunkan berat badan. Padahal, jika kita melewatkan waktu makan, maka tubuh pun akan membakar lebih sedikit kalori yang bisa membuat tubuh menjadi lemas dan kurang bertenaga. Pakar kesehatan menyebutkan jika pemilihan makanan yang seimbang meskipun tetap dilakukan dengan frekuensi yang normal akan jauh lebih efektif dalam membuat berat badan menurun. Pakar kesehatan juga menyarankan jika waktu paling lama bagi perut dalam keadaan kosong adalah empat hingga lima jam saja.

Lemak sudah terlanjur mendapatkan cap buruk bagi masyarakat sehingga kita pun kini akan sebisa mungkin menghindari lemak, apapun jenisnya. Sebagai contoh, dikarenakan memiliki lemak, orang pun cenderung tidak ingin mengkonsumsi alpukat sama sekali. Padahal, lemak nabati atau lemak yang baik justru bisa memberikan kebaikan bagi sistem metabolisme tubuh. Selain mengurangi makanan berlemak baik, kita juga kini cenderung terlalu ribet untuk menghitung kalori yang dikonsumsi setiap hari sehingga justru bisa membuat pikiran kita stress karena memikirkan hal ini. Stress justru akan meningkatkan hormon kortisol yang bisa memicu kita mengkonsumsi makanan yang lebih berlemak dan mengandung banyak gula.