Beberapa Jenis Suplemen Kehamilan Ternyata Tidak Benar-Benar Bermanfaat

DokterSehat.Com – Saat seorang wanita hamil, Ia dan pasangannya tentu akan sangat rajin untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter atau bidan. Saat menemui dokter atau bidan, ibu hamil tentu akan mendapatkan suplemen atau multivitamin dengan harapan kesehatan sang ibu dan juga kehamilan bisa terjaga. Namun, belakangan ini ada sebuah penelitian yang justru menunjukkan jika pemberian multivitamin atau suplemen ini tidak benar-benar memberikan manfaat bagi kehamilan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-obat-a-z-ponstan-asam-mefenamat-Levofloxacin-suplemen-hamil-kehamilan-hiv-truvada-melatonin-susah-tidur

Sebuah penelitian dirilis di dalam jurnal Drug and Therapeutics Bulletin dimana wanita hamil ternyata hanya membutuhkan asupan asam folat dan vitamin D selama kehamilan, sehingga jika ada ibu hamil yang rela membeli banyak suplemen berharga mahal dengan harapan bayinya ternutrisi dengan baik, akan hanya melakukan hal yang sia-sia saja. Uniknya asam folat dan vitamin D biasanya relatif berharga murah dan mudah didapatkan ibu hamil dari berbagai kalangan ekonomi. Dengan mendapatkan asupan asam folat yang cukup, yakni 400 ug per harinya, ibu hamil bisa mencegah san buah hati mengalami kelainan saraf. Selain itu, dengan asupan 10 mg vitamin D per harinya, kesehatan tulang ibu dan buah hati akan terjaga. Yang mengejutkan adalah suplemen vitamin A ternyata kurang direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena dianggap membahahayakan.

Pakar kebidanan dari Inggris, Janet Fyle, mengungkapkan jika untuk menjaga kehamilannya, ibu hamil sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat dengan nutrisi yang berimbang, khususnya yang berasal dari buah-buahan dan sayuran. Selain itu, barulah konsumsi suplemen layaknya asam folat atau vitamin D bisa dilakukan.

Hasil penelitian ini dianggap cukup kontroversial, khususnya bagi pakar kesehatan dan para produsen makanan dan obat-obatan dimana suplemen makanan lebih ditukukan bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan asupan sehari-hari yang biasanya akan kurang terpenuhi jika hanya bergantung pada makanan saja.