Beberapa Jenis Herbal yang Tidak Sesuai Jika Dikonsumsi Dengan Obat Kimia

DokterSehat.com– Saat ini dunia medis khususnya obat-obatan telah berdampingan dengan obat tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit serta untuk kebugaran tubuh. Namun jika ramuan alami tersebut digabungkan dengan bahan-bahan obat kimia bukanlah menjadi obat yang baik, namun justru akan menjadi racun yang berbahaya bagi tubuh. Dalam obat tradisional atau jejamuan terkandung unsur mineral, tumbuhan, dan hewan dengan komposisi yang berdasarkan empiris (pengalaman). Sehingga interaksi salah satu bahan penyusun jamu dengan zat kimia akan beresiko menimbulkan efek yang tidak terduga dan membahayakan tubuh. Sehingga jangan pernah mengkonsumsi jamu yang dicampur dengan obat kimia.



Berikut ini ada beberapa jenis tanaman herbal, apabila digabungkan dengan bahan obat kimia tidak sesuai, sehingga dapat membahayakan kondisi tubuh.

Teh atau Daun Jambu dengan Obat Omum

Jenis jamu yang mengandung  tanin, yaitu zat yang dapat mengurangi penyerapan tubuh terhadap obat-obatan berbahan kodein, efedine, dam teofiline. Untuk meningkatkan efektivitas obat, hindari konsumsi jamu herbal dengan rasa sepat dengan daun jambu biji atau teh.

Kodein merupakan obat pereda rasa nyeri yang dapat menyebabkan kantuk. Sementara efedrine sebagai pelega pernapasan dan hidung tersumbat. Sedangkan teofiline untuk merangsang susunan syaraf pusat dan melemaskan otot polos, terutama bronkus pada penderita asma.

Pegagan dengan Obat Pengencer Darah

Obat jenis aspirin dan warfarin merupakan obat pencegah penyumbatan pembuluh darah. Sebaiknya hindari konsumsi obat tersebut bersamaan dengan bawang putih, jahe, ginseng, pegagan, dan nanas. Selain itu waspadai pula kandungan dan shen dan dang qui yang ada dalam ramuan Cina (sinshe). Jenis tanaman tersebut bersifat melancarkan darah, sehingga jika dikonsumsi dengan aspirin dan warfarin dapat beresiko perdarahan organ.

Baca Juga:  Gambas - Pengobatan Alternatif

Ginseng dengan Obat Jantung

Beberapa jenis tanaman seperti ginseng, buah senna, licorice, dan ma huang merupakan tumbuhan yang dapat mempengaruhi kinerja jantung. Sehingga dapat beresiko mengganggu ritme detak jantung.

Bawang Putih dan Pare dengan Obat Penurun Kadar Gula Darah

Jenis bahan jamu seperti bawang putih, pare, dan adas merupakan  tumbuhan yang dapat menurunkan kadar gula darah. Sebelum mengkonsumsinya alangkah baiknya jika berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

Lidah Buaya dengan Obat Pencahar

Saat mengkonsumsi obat pencahar sebaiknya tidak bersamaan dengan lidah buaya dan buah senna. Jenis taman tersebut mampu menunda penyerapan obat. Selain itu tanaman tersebut dapat melemahkan otot usus, sehingga beresiko menyebabkan ketergantungan jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

Kumis Kucing dengan Obat Diuretik

Ada beberapa tanaman yang dapat melancarkan buang air kecil, seperti keji beling, tempuyung, dan kumis kucing. Namun jika dikonsumsi dengan obat hipertensi dan jenis deuretik dapat menambah efektivitas. Akan tetapi buang ari kecil yang berlebih dapat meningkatkan resiko kekurangan kalium. Selain itu buang air kecil yang terlalu sering dapat meningkatkan resiko infeksi saluran kandung kemih