Beberapa Hal Yang Kerap Dikhawatirkan Oleh Ibu Hamil

DokterSehat.Com – Mengetahui bahwa ladies positif hamil adalah sebuah kebahagiaan yang tak terkira. Bahagia tentang masa kehamilan yang akan dijalani dan bayangan tentang menggendong bayi pasti memenuhi otak ladies. Namun, dibalik semua excitement di awal kehamilan tersebut, ada beberapa kekhawatiran yang umum dialami.



  • Operasi Caesar darurat
    Kemungkinan terjadinya operasi caesar yang disebabkan keadaan darurat sangatlah kecil. Bila memang terjadi, hal ini mungkin karena detak jantung bayi tidak terdengar kuat, bayi terlilit tali pusat, plasenta terpisah dari dinding rahim, di mana kondisi saat itu ketuban sudah pecah. Namun, kesempatannya lebih besar anda tidak mengalami hal tersebut. Minki menjelaskan, bahwa kasus seperti ini terjadi tidak lebih pada 1-2 persen, namun tentu dokter spesialis kandungan tidak bisa memprediksi hal ini.
  • Leher bayi terlilit tali pusat
    Adalah hal yang biasa terjadi jika leher bayi terlilit tali pusat. Kasus ini bisa terjadi pada 25 persen ibu hamil. Namun menurut Dweck, hal ini tidak perlu ditakutkan. Cairan ketuban telah menyediakan pelindung yang sangat cukup untuk membatasi lilitan tali pusat dengan leher si bayi. Dweck menjelaskan bahwa sangat jarang terjadi jika tali pusat melilit leher bayi sampai beberapa lilitan hingga akhirnya menyebabkan masalah. Kalaupun ada, tentu ini merupakan pengecualian.
  • Rasa sakit saat melahirkan
    Banyak ibu hamil yang merasa khawatir saat menjelang proses kelahiran atau persalinan, mulai dari tidak bisa mencapai Rumah Sakit tepat pada waktunya, rasa sakit yang luar biasa, sampai khawatir mengeluarkan kotoran saat mengejan. Tentu rasa khawatir tersebut wajar dialami ibu hamil, dan proses kelahiran memang sakit. Namun ada pilihan efektif dan aman yang dapat dilakukan seperti anastesi spinal dan epidural, serta teknik pernapasan dan relaksasi, Dweck menuturkan.

    Sedangkan untuk kasus terjadinya keluar kotoran ketika mengejan seharusnya tidak perlu dikhawatirkan. Banyak ibu hamil yang mengalaminya, dan hal tersebut sudah lumrah bagi dokter dan orang-orang yang membantu proses persalinan. Jadi tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan terhadap hal tersebut. Bahkan faktanya, jika anda tidak buang air besar, bisa jadi anda kekurangan tenaga untuk mengejan dan mendorong, ujar Minkin.

  • Melahirkan prematur
    Kemungkinan untuk melahirkan prematur memang ada, dan risiko tersebut bisa lebih besar pada ibu hamil yang sebelumnya pernah melahirkan prematur atau pernah terjadi pendarahan. Namun, menurut Minkin, kasus terjadinya persalinan prematur hanya terjadi pada 10 persen kehamilan.

    Alih-alih mengkhawatirkan hal tersebut, ibu hamil lebih baik memfokuskan untuk menjaga berat badannya tetap dalam standar sehat ibu hamil agar diabetes dan tekanan darahnya tetap terjaga. Apabila keduanya mengalami kenaikan yang tidak terkontrol, maka bisa menyebabkan terjadinya kontraksi awal. Namun, secara umum, selama kondisi kehamilan ibu hamil tetap sehat, maka tidak perlu khawatir berlebihan akan terjadinya kelahiran prematur (usi kandungan sebelum 37 minggu), kata para ahli.

  • Bayi mengalami cacat bawaan
    Sebagian besar cacat bawaan memang tidak bisa dicegah, namun kasus seperti ini sangat jarang terjadi. Cacat bawaan hanya terjadi sekitar 3-4 persen pada bayi, dan itu berarti 96-97 persen bayi baru lahir tidak akan mengalaminya.

    Dweck mengatakan bahwa kita sangat diuntungkan dengan hadirnya teknologi modern yang telah menyediakan ultrasound dengan resolusi tinggi. Teknologi ini memungkinkan kita untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan pada bayi dengan mudah, mulai dari jari yang jumlahnya kurang hingga kelainan jantung.

    Maka dari itu, untuk meminimalkan risiko terjadinya kelainan pada bayi, ibu hamil sangat dianjurkan untuk menjauhi rokok, alkohol, dan obat-obatan tertentu.

  • Takut bayi tersakiti saat terbentur
    Adalah hal yang wajar jika seorang ibu hamil merasa khawatir terhadap janin yang dikandungnya saat tubuhnya mengalami benturan secara tidak sengaja. Namun kabar baiknya adalah, kemungkinan bayi tersakiti karena insiden tersebut sangatlah kecil. Hal ini, menurut Minkin, karena ada 1 ton cairan ketuban pelindung yang mengelilingi janin.
  • Keguguran
    Dweck mengatakan bahwa satu dari lima kehamilan bisa berakhir dengan keguguran yang biasanya terjadi pada 10 hingga 12 minggu pertama. Namun kebanyakan dari kasus tersebut disebabkan oleh kelainan geneti, dan ini susah untuk dicegah. Sehingga, mengkhawatirkan hal tersebut sesungguhnya tidak bermanfaat bagi ibu hamil. Tapi, ibu hamil masih bisa menurunkan risiko keguguran dengan cara tidak merokok dan menjaga kenaikan berat badan dalam batas standar sehat.

    Apabila terjadi merasakan sakit di awal kehamilan atau terjadi pendarahan, segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter anda untuk memastikan tidak terjadi keguguran. Jika kehamilan anda dinyatakan baik-baik saja dan tidak bermasalah, maka sudah saatnya anda berhenti khawatir dan mulai untuk berpikir positif.

    Kalaupun anda pernah mengalami keguguran sebelumnya, prosentase untuk mengalami keguguran lagi pada kehamilan berikutnya tidak ikut meningkat, kata Mary Jane Minkin, M.D, seorang profesor klinis di Yale Medical School.