Beberapa Hal Yang Berkaitan Dengan Flek Ibu Hamil

Doktersehat.com – Keluar flek (bercak darah) dari vagina tentu membuat seorang ibu hamil cemas dan bertanya tanya, apalagi bila baru pertama kali mengalaminya. Apakah flek tersebut adalah hal yang biasa saja? Ataukah sebuah tanda bahaya?

18

Keluar flek (disebut juga spotting) adalah perdarahan ringan yang bisa terjadi kapan saja pada saat hamil, terutama pada trimester pertama. Sekitar 20% wanita hamil mengalami spotting pada trimester pertama. Hal ini bisa jadi merupakan bagian alami dari kehamilan, namun perlu dipastikan dahulu bahwa tidak terjadi komplikasi. Perdarahan adalah tanda tersering dari keguguran, sehingga setiap wanita hamil yang mengalami perdarahan dari vagina harus segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Jika Anda mengalami perdarahan banyak atau nyeri hebat dan tidak dapat segera menemui dokter/bidan, langsung datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Penyebab perdarahan ibu hamil kemungkinan bisa terjadi, jika ada bagian implantasi yang lepas dan tidak terjadi koagulasi (proses tubuh menghentikan atau menutup perdarahan yang terjadi pada hasil konsepsi).

Yang masuk dalam kategori normal adalah bila flek kehamilan ini seperti halnya menstruasi dan terjadi pada awal-awal kehamilan yang disebabkan olah karena darah yang dilepas saat telur hasil pembuahan melekatkan diri ke dinding rahim. Keluar flek (disebut juga spotting) adalah perdarahan ringan yang bisa terjadi kapan saja pada saat hamil, terutama pada flek trimester pertama kehamilan.

Tanda gejala flek ibu hamil yang berbahaya adalah bila jumlah darah yang keluar cukup banyak, terjadi dalam kurun waktu yang lama, dan disertai dengan gejala lain, misalnya nyeri perut, keluarnya gumpalan darah atau jaringan, pingsan, lemas, disertai gejala semacam itu sangat perlu untuk diwaspadai karena bisa jadi hal ini merupakan tanda awal keguguran yang masuk dalam kategori kehamilan resiko tinggi.

Hal semacam ini bisa juga disertai dengan terjadinya keputihan pada kehamilan. Keputihan adalah disebabkan oleh karena meningkatnya aliran darah ke daerah kelamin ibu saat kehamilan. Pada kondisi yang normal, lendir yang keluar lebih encer, berwarna putih, namun tidak menyebabkan iritasi.

Sedangkan bila keputihan ini keluarnya adalah lendir yang kental, berwarna kekuningan dan berbau. Seringkali disertai dengan rasa gatal atau panas maka hal ini harus segera dikonsultasikan kepada dokter. Biasanya timbul karena infeksi atau pun jamur. Sehingga nantinya dokter bisa menjelaskan penyebab keputihan saat hamil dengan sejelas-jelasnya.

Kita juga harus berhati-hati bila timbulnya flek atau perdarahan ini pada trimester kedua (II) atau pun timbul flek pada trimester III (ketiga).

Baca Juga:  Cara Mengatasi Kerontokan Rambut

Hal-hal lain yang berhubungan dengan penyebab perdarahan pada trimester I (pertama) kehamilan yang harus diwaspadai antara lain bisa disebabkan oleh karena :

– Kehamilan Ektopik

Sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim bukan di dalam rahim sang ibu. Yang tersering adalah menempel pada tuba Falopi, sehingga janin tidak dapat berkembang karena kekurangan nutrisi yang pada umumnya disalurkan melalui plasenta. Tanda gejala ciri kehamilan ektopik antara lain nyeri perut dan juga perdarahan. Perdarahan akibat kehamilan ektopik sangat berbahaya karena hal ini akan bisa mengancam nyawa sang ibu.

– Keguguran (Abortus)

Perdarahan yang keluar banyak dari organ kelamin ibu dari merupakan tanda awal keguguran, disertai dengan tanda gejala seperti nyeri perut dan rasa mulas. Perdarahan pada abortus ini bisa terjadi banyak juga bisa sedikit dan bila telah berumur janinnya akan bisa berbentuk jaringan hasil pembuahan.

– Kehamilan Anggur / Mola (Mola Hidatidosa)

Pada keadaan ini, plasenta tidak terbentuk secara normal. Pada pemeriksaan USG dapat terlihat bukan janin yang berkembang, tetapi jaringan abnormal yang tumbuh.

– Kelainan Di Leher Rahim

Kelainan ini bisa berwujud polip atau bahkan kanker rahim. Keduanya bisa menyebabkan terjadinya perdarahan pada kehamilan atau di luar kehamilan. Di luar kehamilan ini maksudnya adalah keluar darah seperti menstruasi tetapi bukan pada saat menstruasi.

 

Ada beberapa cara tips mengatasi flek pada ibu hamil bila itu adalah kondisi yang tidak membahayakan dan patologis, diantara perawatan ketika terjadi flek atau perdarahan yaitu:

– Bila terjadi suatu hal yang berhubungan dengan flek perdarahan pada saat hamil, akan lebih baik untuk segera berkonsultasi dengan dokter yang berkompeten dalam bidang kesehatan kehamilan. Baik itu jumlahnya sedikit atau pun banyak. Itu semua demi untuk memastikan kesehatan ibu hamil dan kesehatan janin pula.

– Banyak istirahat (bedrest) dan tidak melakukan aktifitas yang berlebihan yang membutuhkan energi banyak. Ini adalah bagian dari pengobatan perawatan flek perdarahan.

– Untuk sementara tidak melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu.

– Senantiasa berdoa dan berpikiran positif terhadap kehamilan yang sedang dijalaninya ini.

 

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan flek yang terjadi ibu hamil dan hubungannya dengan kesehatan kehamilan yang sedang dijalaninya selama 9 bulan masa kehamilan seorang ibu hamil.