Beberapa Faktor Mengapa Kualitas Orgasme Bisa Menurun

DokterSehat.Com – Semua pasangan suami istri tentu mengharapkan hubungan yang harmonis diantara keduanya. Untuk memastikan keharmonisan ini, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mendapatkan seks yang memuaskan. Salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan dalam seks adalah mendapatkan orgasme. Sayangnya, banyak pasangan yang tidak lagi bisa merasakan orgasme setelah mendapatkan anak atau cukup lama menikah. Apakah kualitas orgasme memang bisa menurun?

doktersehat-pasangan-seks-couple

Pakar kesehatan menyebutkan jika faktor usia bisa mempengaruhi kualitas kehidupan seks yang didapatkan. Selain karena faktor usia, terdapat banyak sekali faktor yang mempengaruhi menurunnya kehidupan seks. Sebagai contoh, seiring dengan bertambahnya usia perkawinan, pasangan suami istri juga cenderung lebih jarang bersentuhan atau melakukan kontak fisik. Saat baru saja menikah atau dalam fase bulan madu, pasangan biasanya akan cenderung lebih sering berciuman atau berpelukan. Hanya saja, seiring dengan waktu atau kesibukan mengurus anak dan urusan lainnya, sentuhan-sentuhan mesra dan intim ini tentu akan semakin jarang terjadi. Pakar kesehatan menyebutkan jika hal ini ternyata berpengaruh besar pada kualitas orgasme yang didapatkan pasangan. Bahkan, mereka yang semakin jarang bersentuhan beresiko mengalami kesulitan mendapatkan orgasme hingga 2,4 kali daripada mereka yang sering melakukan sentuhan fisik.

Seiring dengan bertambahnya usia, orang juga cenderung akan mengalami penurunan hormon testosteron yang tentu akan berpengaruh besar dalam kualitas hubungan seks serta orgasme. Minimnya hormon testosteron akan berpengaruh besar pada libido hingga kekerasan ereksi pada kaum pria. Selain itu, volume semen atau cairan ejakulasi juga akan semakin menurun.

Pasangan yang sudah lama menikah juga cenderung tidak akan bisa benar-benar menikmati 100 persen hubungan intim mengingat ada banyak sekali hal yang dipikirkan selain kebersamaan atau keintiman pasangan. Sebagai contoh, pasangan akan cenderung banyak berpikir tentang anak, keuangan, hingga pekerjaan. Sayangnya, pikiran-pikiran ini berpengaruh besar dalam membuat orang mencapai orgasme. Pakar kesehatan menyebutkan jika pikiran-pikiran ini membuat pasangan cenderung tidak bisa menikmati hubungan intim dan tidak bisa benar-benar fokus pada pasangannya sehingga kualitas orgasme pun akan semakin sulit untuk didapatkan.