Beberapa Fakta dan Mitos Tentang Stroke

DokterSehat.Com – Reputasi dari penyakit stroke telah dikenal luas oleh masyarakat di seluruh dunia sebagai penyakit yang sangat mematikan. Dunia medis sendiri menjelaskan stroke sebagai kondisi dimana otak akan mengalami gangguan karena pembuluh darah yang mengalami penyumbatan atau pecah. Selain bisa mengancam nyawa, stroke juga bisa menyebabkan kerusakan fatal pada sistem tubuh. Masyarakat sendiri memiliki beragam mitos yang berkaitan dengan stroke, yang uniknya, sebagian dari mitos-mitos tersebut ternyata tidak benar secara medis.

doktersehat-serangan-jantung-tes-darah-bahaya

Mitos pertama yang sangat dipercaya oleh masyarakat tentang penyakit stroke adalah stroke akan menyerang mereka yang berusia lanjut saja. Hal ini tentu tidak benar adanya. Stroke sendiri bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal umur dan jenis kelamin. Memang, secara persentasi, korban dari penyakit stroke sebagian besar adalah mereka yang berusia lanjut. Namun, kini kecenderungan orang-orang berusia di bawah 65 tahun untuk terkena stroke juga meningkat drastis karena gaya hidup masyarakat modern yang cenderung semakin tidak sehat. Jika anda tidak ingin terkena stroke di usia dini, anda tentu harus menghindari rokok, konsumsi gula dan lemak berlebihan, dan jagalah tubuh dari stress, serta rajin-rajinlah berolahraga.

Mitos berikutnya tentang stroke adalah penyakit ini berkaitan erat dengan penyakit jantung. Mitos ini sama sekali tidak benar. Hanya karena adanya penyumbatan atau pecah pada pembuluh darah di otak, maka hal ini tidak bisa serta merta dikaitkan dengan masalah jantung. Memang, penyakit jantung dan stroke memiliki kaitan erat, namun stroke justru lebih pantas dianggap sebagai masalah kesehatan pada bagian otak. Stroke sendiri kerap kali menyerang seseorang tanpa adanya gejala yang pasti. Seringkali stroke bisa datang mendadak tanpa ada tanda-tanda apapun.

Baca Juga:  Ini Akibat Salah Pilih Sepatu Olahraga

Masyarakat juga masih mempercayai mitos dimana dengan mengkonsumsi aspirin, maka mereka bisa mengatasi stroke dengan mudah. Hal ini ternyata salah kaprah secara medis mengingat konsumsi aspirin saat terkena stroke justru memperburuk stroke mengingat kemampuan aspirin yang mengencerkan darah.