Beberapa Ciri Anak Autis

DokterSehat.Com – Autisme kini mulai banyak dikhawatirkan terjadi pada anak-anak. Bagaimana tidak, anak yang autis cenderung akan lebih sulit untuk diajak berbicara dan tidak akan berkembang seperti anak yang normal. Banyak orang berkata bahwa anak autis cenderung hanya peduli dengan dirinya sendiri dan tidak begitu tanggap dengan lingkungan sekitar. Disamping bermasalah dalam hal perkembangan psikologis, anak autis juga rentan mengalami kecelakaan karena kurang awas pada keadaan sekitar. Terdapat beberapa ciri-ciri anak yang mengalami autisme seperti sebagai berikut.

doktersehat-autis-autisme

Anak autis cenderung memiliki kelemahan dalam bersosialisasi dan berinterasksi pada orang lain. Selain susah untuk diajak berbicara, anak autis juga cenderung tidak mau melakukan kontak mata pada lawan bicara dan cenderung sangat canggung. Selain itu, memahami rasa orang lain juga menjadi hal yang hampir tidak dilakukan oleh anak autis. Anak autis tidak tahu bagaimana berempati pada orang lain. Bahasa tubuh dan emosi juga tidak akan dimengerti oleh anak autis sehingga saat kita melarangnya berbuat sesuatu atau memarahinya, anak tersebut tidak akan mengerti dan lebih banyak berpikir dan membicarakan dirinya sendiri.

Anak autis juga cenderung tidak menyukai sentuhan atau pelukan, meskipun beberapa anak autis juga suka memeluk orang yang disukai, namun secara umum kontak fisik adalah hal yang cukup dihindari anak autis. Hampir 40 persen anak autis memiliki masalah dalam berbicara dan banyak diantara mereka hanya mampu mengucapkan beberapa kata saja. Selain itu, anak autis cenderung menyukai tindakan yang dilakukan berulang kali karena dianggap sebagai kegiatan yang disukai. Sebagai contoh, anak autis menyukai menggambar dan jika kita berikan perubahan mendadak layaknya meminta mereka untuk mewarnai, mereka cenderung tidak menyukainya dan justru merasa terganggu dan meminta kegiatan lamanya saja alih-alih kegiatan yang baru.

Baca Juga:  Mencegah Nyeri Punggung

Banyak anak autis yang mengalami perkembangan yang kurang seimbang. Memang, anak autis cenderung memiliki sebuah kejeniusan dalam melakukan satu hal dengan detail. Namun, banyak sekali perkembangan layaknya perkembangan berbicara atau bahkan pemahaman pada beberapa hal yang berjalan dengan sangat lambat. Orang tua tentu harus mampu menjaga dan memantau perkembangan anak autis dengan baik agar anak autis bisa mengalami perkembangan yang normal dan autismenya bisa sembuh seiring dengan waktu.