Bayi Yang Tidur Dengan Lampu Menyala Beresiko Rabun Jauh

DokterSehat.Com – Salah satu kebiasaan orang tua yang baru melahirkan bayi adalah dengan membiarkan bayi tertidur dengan lampu menyala. Kebiasaan ini dilakukan hanya karena orang tua bisa segera melihat anaknya jika terbangun dan bisa segera diurus jika perlu diberi susu atau diganti popoknya. Dibalik kemudahan bagi orang tua untuk segera mengurus bayinya ini, bayi yang tidur dengan lampu menyala terang ternyata tidak baik bagi kesehatan bayi itu sendiri, khususnya bagi perkembangan mata sang bayi.



Jika anak sering tidur dengan lampu menyala selama masa bayi, maka anak bisa beresiko mendapatkan masalah mata minus atau miopi. Bayi yang baru lahir hingga usia dua tahun memiliki masa perkembangan mata yang paling pesat dan membuat mata menjadi normal layaknya yang dipakai oleh orang dewasa. Sayangnya, perkembangan pesat pada mata ini bisa mengalami gangguan karena adanya cahaya terang terus menerus baik saat membuka mata maupun saat tidur. Kondisi ini ternyata bisa membuat mata bayi tetap bekerja meskipun sudah terpejam sehingga bola mata pun akan berkembang menjadi tidak normal dan bisa menyebabkan rabun jauh saat usianya sudah lebih besar.

Memang, anak modern kini cenderung lebih mudah terkena rabun jauh karena faktor kegiatan membaca yang tidak sehat atau karena kebiasaan menggunakan komputer atau gadget yang berlebihan. Namun, resiko untuk mendapatkan rabun jauh akan lebih besar jika bayi tidur dengan lampu yang menyala terus-menerus. Banyak orang tua yang tidak menyadari jika bayi yang terbangun di ruangan dengan cahaya yang redup ternyata bisa mudah untuk tertidur kembali sehingga tidak akan begitu merepotkan orang tuanya. Hal ini sangat berbeda jika bayi tidur dengan cahaya terang yang akan langsung terbangun karena silaunya cahaya lampu.

Baca Juga:  Kandungan Gula Pada Sayuran Hijau Sangat Menyehatkan Usus

Jika kita memberikan cahaya yang lebih redup saat malam hari dimana bayi tertidur pulas, maka tubuh bayi akan memproduksi hormon melatonin yang akan mengendalikan siklus tidur. Hormon ini akan sulit diproduksi jika tubuh masih terpapar cahaya yang tenang. Dengan produksi hormon melatonin yang melimpah, bayi pun akan cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang jauh lebih baik dan tidak mudah untuk rewel.