Bayi Sebaiknya Tidur Bersama Orang Tua Atau Tidur Sendiri?

DokterSehat.Com – Kadangkala kita melihat kebiasaan yang dilakukan orang-orang luar negeri pada acara televisi yang sangat berbeda dengan yang kita lakukan di Indonesia. Sebagai contoh, di banyak film, kita akan melihat bayi sudah ditidurkan pada keranjang tidur tersendiri, berbeda dengan kebiasaan masyarakat kita yang menempatkan bayi seranjang dengan orang tuanya. Sebuah pertanyaan pun muncul, sebenarnya bayi akan lebih baik tidur bersama dengan orang tuanya atau tidur sendiri saja?

doktersehat-bayi

Sebuah penelitian yang dilakukan di Cape Town University, Afrika Selatan, menunjukkan fakta dimana bayi, khususnya yang baru saja lahir, sebaiknya memang tidur dekat dengan dekapan orang tuanya, khususnya dari ibu. Dengan adanya kontak fisik antara ibu dan bayi saat tidur, maka ikatan batin keduanya akan terjaga dengan lebih baik. Tak hanya itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan fakta dimana bayi yang tidur pada tempat tersendiri akan cenderung lebih mudah stress dan mengalami gangguan pada perkembangan otak. Hal ini sangat kontras karena tidak terjadi pada bayi yang tertidur dekat dengan ibunya.

Dr. Nils Bergman, salah seorang pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini sangat menyarankan orang tua untuk tidur bersama anak setidaknya pada beberapa minggu pertama setelah lahir agar bisa memastikan tumbuh kembang sang bayi bisa semakin optimal. Bagaimana tidak, dari 16 bayi yang terlahir dan ditempatkan tidak seranjang dengan ibunya akan mengalami stress tiga kali lebih besar jika dibandingkan dengan bayi yang tidur bersama dengan sang ibu. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka perkembangan otak, khususnya yang berkaitan dengan pergaulan sosial menjadi lebih buruk di masa depan anak.

Banyak orang tua yang memilih menempatkan bayinya pada kotak tidur tersendiri dengan alasan takut anaknya tertindih secara tidak sengaja saat tidur. Padahal, menurut dr. Bergman, hal ini sangat wajar terjadi dan tidak begitu berbahaya. Dr Bergman justru lebih menekankan bahaya lain layaknya asap rokok, mainan berbahaya, hingga minuman atau makanan yang kurang aman dikonsumsi bayi.