Bayi Ini Terkena Sindrom Langka yang Membuatnya Tak Bisa Tersenyum

DokterSehat.Com – Banyak orang yang berkata jika senyuman dari seorang bayi bisa menghapus semua rasa lelah atau kesal dari orangtuanya. Dalam realitanya, bayi yang lucu dan menggemaskan memang akan membuat kita selalu merasa senang untuk melihatnya. Sayangnya, ada seorang bayi yang mengalami sindrom yang sangat langka sehingga Ia sama sekali tidak bisa tersenyum. Entah apa yang dirasakan oleh ibunya melihat anaknya tidak bisa memberikan senyuman atau bahkan tawa khas bayi yang menggemaskan ini.

doktersehat-bayi-makan-sayur-buah

Bayi yang sangat tidak beruntung ini adalah Max Bolam, Ia berasal dari Doonan, Skotlandia. Usianya kini baru delapan bulan namun pakar kesehatan menyebutkan jika Ia mengalami sindrom yang sangat langka, yakni sindrom moebius yang membuatnya sulit untuk mengekspresikan emosinya, termasuk diantaranya adalah tertawa. Karena alasan inilah Ia cenderung selalu dalam kondisi muka yang datar dan sedikit cemberut. Max juga kesulitan untuk mengangkat alisnya dan yang cukup mengkhawatirkan, Ia tak mampu untuk berkedip dan tidak memiliki refleks mata sebagimana manusia normal.

Sang Ibunda, Boswell, mengaku sangat prihatin melihat kondisi ini, bahkan, Ia bisa menangis berkali-kali melihat nasib buruk putranya. Boswell menyebutkan jika Ia memang mulai mengetahui kondisi anaknya sangat berbeda dari anak-anak biasanya semenjak Max dilahirkan. Max diceritakan sulit untuk makan dan bahkan saat menangispun Max tidak memberikan ekspresi sama sekali layaknya bayi pada umumnya. Melihat ada keanehan pada sang putra, Boswell pun memeriksakan kondisi ini ke dokter dan alangkah terkejutnya jika dokter yang merupakan ahli saraf ini mengungkapkan Max mendrita sindorm Moebius.

Karena kondisinya ini, Max sama sekali tidak bisa mengekspresikan emosi atau keinginannya sehingga agak cukup sulit dipahami oleh orangtuanya. Bahkan, untuk mengunyah makanan saja Ia sangat kesulitan sehingga selama ini hanya bisa mengkonsumsi bubur. Namun, Boswell meyakini jika Max memiliki emosi layaknya manusia pada umunya dan Ia tetap tumbuh dan berkembang layaknya bayi pada normalnya.