informasi kesehatan


Batu Empedu, Penyakit Tersembunyi

Batu Empedu, Penyakit Tersembunyi

            

DokterSehat.com – Batu empedu adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi tanpa
gejala. Hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa,
30% merasakan gejala nyeri dan 20% berkembang menjadi komplikasi.
Sebagian besar penderita batu empedu, didiagnosa menderita maag
dikarenakan rasa nyeri pada ulu hati, padahal secara anatomi empedu
terletak pada perut sebelah kanan atas.**

Saat ini jumlah penderita batu empedu ini cenderung meningkat karena
perubahan gaya hidup, seperti misalnya banyaknya makanan cepat saji
(fast food) yang dapat menyebabkan kegemukan yang merupakan faktor
terjadinya batu empedu. Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah
pir kecil yang terletak di perut sebelah kanan dan tersembunyi di bawah
hati, yang menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Ketika
makan, kandung empedu akan menciut (kontraksi) dan mengeluarkan cairan
empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus. Cairan empedu
berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin (vit. A,D, E, dan K).

Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein, garam kalsium,
pigmen dan unsure lemak yang disebut kolesterol. Sebagian cairan empedu
yang memasuki usus halus diteruskan dan dikeluarkan melalui feses.
Kelainan utama kandung empedu adalah terbentuknya batu, yang terjadi
karena perubahan secara kimiawi pada empedu. Batu ini terbentuk dari
endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras,
namun paling banyak terbentuk dari kolesterol.

Bentuk dan warna batu empedu bermacam- macam. Dari kolesteol berwarna
kuning dan mengkilat seperti minyak, batu dari pigmen bilirubin akan
berwarna hitam dan keras atau berwarna coklat tua dan rapuh. Ukurannya
bervariasi, dari yang kecil berupa seperti butiran pasir hingga sebesar
batu kerikil tetapi biasanya berdiamteter 1-2 cm.

Penyebab terbentuknya batu empedu

Unsur pembentukan batu empedu adalah koleterol dan kalsium. Lebih dari
90 % batu empedu adalah batu koleterol (komposisi kolesterol >50 %) atau
bentuk campuran ( 20-50 % unsur kolesterol) dan siasanya 10 % adalah
batu pigmen (unsur kasium dominan dan koleterol< 20%). Batu empedu
adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran
empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut
kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut
koledokolitiasis.
Jadi komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil
lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah
besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan
empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi
tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu.

Faktor Risiko

  • Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita daripada kaum pria 3 : 1
  • Usia lanjut, semakin meningkat usia seseorang, semakin besar
  • risikonya untuk mengidap batu empedu.
  • Kegemukan (obesitas).
  • Diet tinggi lemak.
  • Faktor keturunan.

Patofisiologi
Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan
sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu.
Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami
aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan
pengangkatan kandung empedu.

Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat
saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau
infeksi hati. Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh
dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa
menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh
lainnya.

Sebagian besar batu empedu dalam jangka waktu yang lama tidak
menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu.
Kadang-kadang batu yang besar secara bertahap akan mengikis dinding
kandung empedu dan masuk ke usus halus atau usus besar, dan menyebabkan
penyumbatan usus (ileus batu empedu).

Yang lebih sering terjadi adalah batu empedu keluar dari kandung empedu
dan masuk ke dalam saluran empedu. Dari saluran empedu, batu empedu bisa
masuk ke usus halus atau tetap berada di dalam saluran empedu tanpa
menimbulkan gangguan aliran empedu maupun gejala.

Gejala dan Tanda
Banyak pasien yang tak sadar dirinya sering mengeluh sakit maag,
padahal sebenarnya mengalami sakit batu empedu. “Faktanya, gejala sakit
batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Tak sedikit penderita
kerap bolak-balik ke dokter dan diberi obat maag, tapi tak kunjung
membaik, Hal itu dapat terjadi karena keluhan dirasakan di tempat
berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu, di mana keduanya terletak
di ulu hati. Jika salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya
hampir sama. “Orang banyak mengira maag dan kembung. Tetapi setelah
beberapa kali pemeriksaan ternyata ada batu di kantung atau saluran
empedunya.

Jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran empedu, maka
penderita akan merasakan nyeri. Nyeri cenderung hilang-timbul dan
dikenal sebagai nyeri kolik. Timbul secara perlahan dan mencapai
puncaknya, kemudian berkurang secara bertahap. Nyeri bersifat tajam dan
hilang-timbul, bisa berlangsung sampai beberapa jam. Lokasi nyeri
berlainan, tetapi paling banyak dirasakan di perut atas sebelah kanan
dan bisa menjalar ke bahu kanan.

Penderita seringkali merasakan mual dan muntah. Jika terjadi infeksi
bersamaan dengan penyumbatan saluran, maka akan timbul demam, menggigil
dan sakit kuning (jaundice). Biasanya penyumbatan bersifat sementara dan
jarang terjadi infeksi.

Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri
akibat penyumbatan kandung empedu. Penyumbatan menetap pada duktus
sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu (kolesistitis
akut). Batu empedu yang menyumbat duktus pankreatikus menyebabkan
terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis), nyeri, jaundice dan
mungkin juga infeksi.

Kadang nyeri yang hilang-timbul kambuh kembali setelah kandung empedu
diangkat, nyeri ini mungkin disebabkan oleh adanya batu empedu di dalam
saluran empedu utama.

“Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya dibanding batu berukuran
besar. Karena yang kecil berpeluang berpindah tempat atau berkelana ke
tempat lain dan memicu masalah lainnya,”

Sakit batu empedu yang dialami penderita Asia dan Barat dipicu oleh
penyebab berbeda. Riset menunjukkan, penyakit batu empedu di Asia
umumnya disebabkan infeksi di saluran pencernaan, sementara di Barat
dipicu empat faktor risiko, yakni jenis kelamin wanita, usia di atas 40
tahun, diet tinggi lemak, dan kesuburuan.

Di Asia termasuk Indonesia, faktor pencetus infeksi dapat disebabkan
kuman yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Infeksi bisa merambat
ke saluran empedu sampai ke kantung empedu. “Di Indonesia, penyebab yang
paling utama bukan karena lemak atau kolesterol, tetapi akibat
infeksi-infeksi di usus. Infeksi ini menjalar tanpa terasa menyebabkan
peradangan pada saluran dan kantung empedu sehingga berakibat cairan
yang berada di kantung empedu mengendap dan menimbulkan batu,”

Infeksi yang terutama menyebabkan batu empedu, kata Rino, adalah tifoid
atau sakit tifus. /”Tifus itu kumannya muara atau teramilan terakhir di
kantong empedu dapat menyebabkan peradangan lokal di situ yang tidak
dirasakan pasien tidak merasa sakit atau demam,”.
/
Kebiasaan pasien untuk tidak meneruskan obat antiobiotik hingga tuntas
juga dapat memicu timbulnya batu empedu. Kuman akan terus berada di
kantung empedu karena dalam siklus perjalanannya akan bermuara di
kantung empedu. /”Oleh sebab itu, antibiotik harus dihabiskan supaya
kuman di kantong empedu benar-benar habis,” /

Komplikasi
Komplikasi yang mungkin segera terjadi adalah:

  • Perdarahan
  • Peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Perforasi atau infeksi saluran empedu.
  • Pada 2-6% penderita, saluran menciut kembali dan batu empedu muncul lagi.

Pencegahan
Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya
menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari
lemak hewani.

Sebagai informasi, ada perbedaan mencolok dalam hal angka kejadian batu
empedu : di Okinawa dan di Amerika serikat. Di Okinawa, angka kejadian
hanya 4 %, sementara di Amerika Serikat mencapai tigakalinya (11,9%).
Apa yang membedakannya ? Masyarakat Okinawa lebih banyak mengkonsumsi
rumput laut, sayur2 an yang kaya akan serat dan makanan laut yang banyak
mengandung Omega-3. Jenis-jenis makanan tersebut bermanfaat untuk
mencegah pembentukan batu kolesterol. Sementara masyarakat Amerika
Serikat genar mengkonsumsi protein Hewani yang cenderung meningkatkan
kolesterol dan kegemukan. Semua ini berpotensi meningkatkan resiko
terbentuknya batu kolesterol.

Penatalaksanaan
Jika tidak ditemukan gejala, maka tidak perlu dilakukan pengobatan.
Nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan
menghindari atau mengurangi makanan berlemak.

Batu kandung empedu
Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun
telah dilakukan perubahan pola makan, maka dianjurkan untuk menjalani
pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). Pengangkatan kandung
empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan
tidak perlu dilakukan pembatasan makanan.

/Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990/* dan
sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi.
Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan
kecil di dinding perut. Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan sebagai
berikut:

  • Mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan.
  • Memperpendek masa perawatan di rumah sakit.

Teknik lainnya untuk menghilangkan batu kandung empedu adalah:

  • Pelarutan dengan metil-butil-eter.
  • Pemecahan dengan gelombang suara (litotripsi).
  • Pelarutan dengan terapi asam empedu menahun (asam kenodiol dan asam ursodeoksikolik).

Batu saluran empedu
batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu
harus dikeluarkan baik melalui pembedahan perut maupun melalui suatu
prosedur yang disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography
(ERCP). Pada ERCP, suatu endoskop dimasukkan melalui mulut,
kerongkongan, lambung dan ke dalam usus halus.

Zat kontras radioopak masuk ke dalam saluran empedu melalui sebuah
selang di dalam sfingter oddi. Pada sfingterotomi, otot sfingter dibuka
agak lebar sehingga batu empedu yang menyumbat saluran akan berpindah ke
usus halus. ERCP dan sfingterotomi telah berhasil dilakukan pada 90%
kasus. Kurang dari 4 dari setiap 1.000 penderita yang meninggal dan 3-7%
mengalami komplikasi, sehingga prosedur ini lebih aman dibandingkan
pembedahan perut. ERCP saja biasanya efektif dilakukan pada penderita
batu saluran empedu yang lebih tua, yang kandung empedunya telah diangkat.

 

Sumber : deditsabit.wordpress.com

pf button both Batu Empedu, Penyakit Tersembunyi


 
                     

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

67 Responses to “Batu Empedu, Penyakit Tersembunyi”

  1. linda go says:

    Salam…
    Ibu sy didiagnosis menderita batu empedu sebesar 2,70cm,beliau masih ragu apakah ?a??s dilaraskopi/tidak…karna ada teman yg mengatakan tidak dioprasipun tdk ada masalah,apakah menurut dr ibu sy dapat hidup normal dg adanya batu ?? empedu tanpa dioprasi?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Salam Sejahtera ibu Linda,
      Bila keluhan yg dialami tidak menggangu, maka itu pilihan Bagi ibu untuk dioperasi atau tidak. Namun bila Ada keluhan mual Dan sulit makan, lama kelamaan bila dibiarkan maka menimbulkan gangguan lain pada tubuh bahkan bisa malnutrisi Akibat asupan makanan yg kurang, Dan bila Sudah sampai tahap ini tentu Akan Lebih sulit untuk dilakukan operasi karena harus di perbaiki dulu keadaan umum penderita. Batu Empedu yg dibiarkan lama2 Akan menimbulkan gangguan pada tubuh. Dan bila memang dengan obat tidak Ada perbaikan, tindakan operatif sebaiknya dilakukan.
      Ada baiknya ibu berkonsultasi dengan dokter yg menangani ibu anda, mengenai tindakan laparaskopi seperti apa, efek samping, resiko, penyembuhannya Dan efeknya bila tidak dilakukan. Karena ini merupakan hak pasien untuk mengetahuinya sebelum menyetujui untuk dilakukan tindakan tersebut. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. linda go says:

    Salam…
    Ibu sy didiagnosis menderita batu empedu sebesar 2,70cm,beliau masih ragu apakah ?a??s dilaraskopi/tidak…karna ada teman yg mengatakan tidak dioprasipun tdk ada masalah,apakah menurut dr ibu sy dapat hidup normal dg adanya batu ?? empedu tanpa dioprasi?beliau jg tdk merasakan sakit sama sekali,hanya ada rasa mual ??? susah makan..apakah dg tidak dioprasi akan merusak organ tubuh yg lain sprt ginjal???? apakah akan menimbulkan penyakit lain spt kanker?trima kasih sblmnya

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Salam Sejahtera ibu Linda,
      Bila keluhan yg dialami tidak menggangu, maka itu pilihan Bagi ibu untuk dioperasi atau tidak. Namun bila Ada keluhan mual Dan sulit makan, lama kelamaan bila dibiarkan maka menimbulkan gangguan lain pada tubuh bahkan bisa malnutrisi Akibat asupan makanan yg kurang, Dan bila Sudah sampai tahap ini tentu Akan Lebih sulit untuk dilakukan operasi karena harus di perbaiki dulu keadaan umum penderita. Batu Empedu yg dibiarkan lama2 Akan menimbulkan gangguan pada tubuh. Dan bila memang dengan obat tidak Ada perbaikan, tindakan operatif sebaiknya dilakukan.
      Ada baiknya ibu berkonsultasi dengan dokter yg menangani ibu anda, mengenai tindakan laparaskopi seperti apa, efek samping, resiko, penyembuhannya Dan efeknya bila tidak dilakukan. Karena ini merupakan hak pasien untuk mengetahuinya sebelum menyetujui untuk dilakukan tindakan tersebut. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. TINNY says:

    Saya 8 tahun lalu menderita batu empedu dan sudah dilaparoskopi tetapi sekarang saya mengalami gejala yang sama, pencernaan terganngu, kembung, sakit perut bagian atas kanan, apakah bantu empedu saya terbentuk lagi? bagaimana mencegahnya? kalau perlu laparoskopi biaya berapa?
    terima kasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat siang,

      Perlu diketahui penyakit batu empedu adalah penyakit yang disebabkan oleh terbentuknya batu di dalam kantung empedu akibat cairan empedu terlalu kental atau alirannya yang tidak baik.

      Pada operasi laparoskopi untuk penyakit batu empedu, kantung empedu ibu sudah diangkat, jadi untuk gejala ibu yang sekarang ini kita lebih memikirkan ke arah penyebab yang lain.

      Untuk nyeri kanan atas sendiri dapat disebabkan oleh penyebab lain seperti kelainan pada organ hati, infeksi, dsb. Tentunya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap penyebab tersebut.

      Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam untuk keluhan tersebut. Untuk biaya laparoskopi sendiri cukup besar lebih dari 10 juta rupiah (namun bergantung kembali kepada rumah sakit dimana ibu melakukan operasi).

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  4. mei says:

    salam Dokter,

    lagi browsing brwosing masalah batu empedu karena ibu saya menderita ini dan menemukan blog dokter ini. Terimnkasih sebelumnya.

    Mau ikut nanya ya dok, Ibu saya 5 bulan yang lalu di rawat karena batu empedu dan disarankan operasi, tapi ibu saya tidak mau karena takut. Akhirnya sama dokternya di katakan ibu saya harus mengubah dietnya. Sekarang Ibu saya sudah sama sekali tidak makan lemak hewani, dan sama sekali tidak makan makanan yang di goreng. semuanya direbus dan banyak makan sayur dan buah.

    Selasa kemarin, ibu saya iseng pengen lihat batunya, ibu saya usg lagi. Hasil usg di nyatakan dokternya tampak banyak batu kecil kecil multiple uk 0,8cm.

    Pertanyaan saya perlukah ibu tetap dioperasi dok?sejak ibu mengubah pola makan sudah tidak ada keluhan sama sekali. Ibu juga tampak lebih segarm berat badan turun.

    Makasih banyak ya dok
    Mei

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat sore,
      Salam sehat,

      Pada dasarnya bila batu < 1cm , tidak ada gejala sama sekali seperti nyeri, kuning,dll, dan mengecil dengan terapi biasa maka tidak lagi diperlukan operasi.

      Dalam kasus ibunda Mei perlu diperhatikan aspek multiple, bila dipertimbangkan dapat menyumbat maka masih dapat dipertimbangkan ke arah operasi terutama bila gejala akut. Selain penggunaan diet, penggunaan obat penghancur batu dapat digunakan dalam kasus ini. Tentunya dengan resep dokter.

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  5. ray rahman says:

    saya blm pernah check up sih, tapi merasakan gejala2 diatas.. plus; kulit punggung saya lumayan sring mgluarkan kerikil.. kira2 itu apa ya?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  6. Tomy says:

    Sebelum nya terima kasih.
    Saya telah di diagnosa ada pasir melalui usg lebih dari 2 tahun lalu. 6 bulan terakhir saya sering merasa nyeri + kembung di pinggang kanan bawah dari tulang pinggul sampai menuju pusar ( area ban pinggang) sudah di cek tidak ada usus buntu, bila tidur terlentang & mengeluarkan napas (mengempiskan perut) atau saya tekan terasa usus saya keras dan sakit, bila habis buang angin terasa lebih enak. Oleh dokter langganan saya katanya radang usus besar, diberi anti biotik + sucolon sembuh, tapi obat habis kambuh lagi, hal ini berlangsung 1 bulan akhirnya saya stop, terakhir dan sudah 2 hari saya mulai mual (sebelumnya tidak) Ke dokter lain bilang akibat dari pasir empedu.
    Pertanyaan saya:
    1. Apakah benar sakit pada area tsb karena pasir di empedu? Atau 2 kasus berbeda?
    2. Bila empedu diangkat apa efek sampingnya?
    3. Saya pernah ikut saran teman minum air rebusan temu lawak & kunyit, sepertinya membantu, tapi tetap sering timbul kembali, apakah itu terbukti manjur secara ilmiah?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      1. Kemungkinan memang Karena pasir empedu, untuk meyakinkan diperlukan pemeriksaan fido terlebih dahulu.
      2. Empedu berfungsi untuk memproses lemak Dari makanan, bila di angkat, harus benar2 hati2 saat Makan makanan berlemak.
      3. Bila membantu, maka tidak Akan timbul kembali. Bila tetap timbul kembali, berarti tidak memberikan manfaat.

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  7. mohammad jhony says:

    assalamualaikum dokter ayah mertua saya didiagnosa ada penyumbatan disaluran empedu dan pankreas jdi empedu membengkak sudah dilakukan tindakan ercp tapi gagal malah ada tumor nya segala yg jdi pertanyaan saya ada lah apa nama penyakit tersebut dan bagaimana penangannya terimakasih dokter tolong minta sarannya karna jujur saya sangat awam maslah kesehatan.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat siang,
      Salam sehat,

      Perlu diketahui dari letaknya saluran empedu sangat dekat dengan pankreas, jadi ketika terdapat pembesaran/ massa pada bagian pankreas nya maka saluran yang berada di dekatnya akan tertekan dan menyebabkan cairan empedu tidak dapat mengalir. Untuk menyembuhkannya sendiri tentunya sumbatan tersebut sebaiknya diangkat (operasi), namun terkadang masing-masing dokter memiliki pertimbangannya sendiri melihat dari klinis pasien yang bersangkutan karena untuk operasi sendiri keadaan pasien harus memenuhi syarat.

      Semoga bermanfaat
      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  8. riyanto says:

    selamat malam dok…
    saya mengidap batu empedu ukuran 7mm menurut hasil USG..
    saya takut untuk operasi,saya posisi di surabaya.
    saya bisa minta tolong dokter untuk memberikan info ke saya ke dokter siapa dan alamatnya di surabaya..yang bisa memberikan solusi untuk batu empedu saya agar tidak operasi.
    terimakasih dok…

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Anda bisa konsultasi dengan dokter spesialis bedah di RS terdekat di Surabaya. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai terapinya. Semoga lekas sembuh. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  9. Siang dok,,

    Dua bulan ke belakang saya pernah didiagnosa radang empedu tp tdk trdpt batu dari hasil usg.keluhan yg sering timbul mual dan pusing selain itu jg ada diare,nyeri dibagian ulu hati tidak begitu terasa yang ada keluhan dsebelah kiri tulang rusuk ketika saya menarik nafas seperti ada sesuatu yg ngorok.saya hanya diberi antibiotik dan selanjutnya saya hanya diberi saran supaya menkonsumsi yakult.dok,apa pengobatan saya sudah tepat?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Untuk radang/infeksi memang diterapi dengan antibiotik. Bila saat Ini masih Ada keluhan, anda bisa periksakan kembali ke dokter Yg menangani anda atau ke dokter spesialis penyakit dalam. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  10. yusuf tayyeb says:

    Salam..
    Dok, sebulan lalu sy melakukan operasi batu empedu dgn cara oprasi terbuka
    Walaupun tampa keluhan nyeri tp Diagnosanya bilirubin tinggi akibat penyumbatan saluran.
    Yg jadi pertanyaan sy.. Kenapa setelah oprasai bilirubin sy masih tinggi
    Dan apaka ada hubungan dgn pembengkakan limpa.. Berhubung ketika pemeriksaan di temukan limpa sy membesar.
    Info sedikit, batu empedu sy terbentuk dari bilirubin karna hitam dan keras..
    Tolong penjelasannya dan Trimakasi sblmnya.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Untuk kasus anda, kami sarankan sebaiknya anda Lakukan kontrol kembali ke dokter Yg menangani anda sebelumnya. Limpa Yg membesar juga Ada tingkatannya. Dan pembesarannya Ini bisa berhubungan dengan hati/liver, Yg juga berhubungan dengan bilirubin, trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  11. syaiful says:

    salam……
    Dok saya mau tanya tentang gejala penyakit? gni gejalanya dok. air seni pada seorang ibu, ada semacam seperti butiran pasir yang sangk kecil dan semacam butiran itu warnanya mengkilap dok. gejala penyakit semacam itu, penyakit apa??…Terimakasih.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • Dr. Vanny bernadus says:

      Ada gejala lainnya? Kemungkinan Batu saluran kemih, namun kami tidak bisa memastikan tanpa anamnesa Yg jelas Dan pemeriksaan langsung. Kami sarankan untuk langsung diperiksakan ke dokter. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  12. shita says:

    pagi dok..
    salam sejahtera. .
    saya mengalami nyeri perut sebelah kanan atas. tepat di bagian bawah tulang rusuk. nyeri nya hilang timbul. saat nyeri nya hilang saya dapat beraktivitas seperti biasanya. namun saat nyeri nya datang langsung saya lemas ga bisa ngapa-ngapain. nyeri nya biasanya timbul pagi dan sore. nyeri nya paling lama 5 menit hilang lagi. apakah ini tidak apa-apa dok..
    terima kasih sebelum nya…

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • Dr. Vanny bernadus says:

      Pernah terbentur/trauma di bagian tersebut? Sudah berapa lama? Ada riwayat sakit maag sebelumnya? Berapa usia kamu? Apa aktivitas sehari2? Sudah menikah/hub badan?

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  13. Kelvin Ong says:

    Sila izinkan kami memperkenalkan diri kami sebagai pakar menyingkir batu karang pundi hempedu. Kami, Agro pluz Biotech Sdn Bhd merupakan sebuah syarikat yang mengkaji produk bioteknologi kami tersendiri. Dengan pengalaman kami di industri makanan dan bioteknologi selama 20 tahun, kami telah mencipta produk buah-buahan semula jadi kami yang terdiri daripada Roselle, minyak zaitun dan bahan-bahan mineral.

    Produk kami yang berjenama DR GETOX khas digunakan untuk membubarkan batu hempedu dan membuang sisa-sisa makanan bertoksin di dalam badan. Kelebihan DR GETOX juga termasuk pengurangan berat badan setelah membuang sisa-sisa makanan bertoksin di dalam badan.

    Dalam masa 12 jam sahaja, batu karang pundi hempedu akan muncul di dalam mangkuk tandas selepas proses penyingkiran bahan-bahan buangan. Pesakit tidak perlu risau lagi pundi hempedu akan dibuang jika mereka terpaksa menjalani pembedahan di hospital.

    Produk kami telah lulus dan berjaya mendapat pengiktirafan antarabangsa. Antaranya termasuk sijil Halal, HACCP dan sijil-sijil bertaraf antarabangsa. Sila hubungi kami dengan emel [email protected] / 016 977 5478 (Kelvin) untuk mendapatkan maklumat yang lebih lanjut.

    Sekian, terima kasih.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  14. jully martani says:

    Selamat malam dokter,
    Pada tg 7/6 sy ada acara pernikahan, dan keliatannya tidak kontrol makan, malamnya, tiba2 uluhati saya sakit sekali, kejadian ini sudah bertahun2 sering terjadi, karena dgn saya muntahkan d bisa BAB juga saya minumkan RADIN semua selesai, saya tidak kuatir…… tapi malam itu sakitnya sampai 2 hari 3 malam nda hilang2 (saya kira masuk angin), akhirnya saya kedokter, disuntik juga tidak sembuh, periksa lab,USG tidak jelasjuga dan terakhir CTSCAN, baru tahu hasilnya setelah 6 hari berjalan dengan sakitnya……
    DARI HASIL CTSCAN (singkat saja) kandung empedu : tampak dilatasi disertai dinding penebalan +/- 4,9mm yg ckp reguler dan menyangat pasca pemberian kontras disertai fluid collection dan fat stranding ringan di fossa gall bladder> Tampak multiple batu dimaeter +/- 5,5mm; 3,0 mm ; 3,6 mm dan 2,7 mm serta sludge empedu yang tidak menyangat pasca pemberian kontras.
    duktus biller ekstra hepatik komunis dan duktus cyctikus tidak melebar. Duktus choledocus tampak prominen (3,7 mm)
    kalau di bagian lain sprti hepar, lien, pakreas, ginjal ka, kelenjar adrenal, aorta lambung d usus, buli, uterus, tulang dari hasil yang saya baca semua normal hanya pada ginjal kiri btntk d ukuran normal, sistem pleviokalises tak melebar> tidak tampak kista, hanya tampak batu diameter +/- 1,2 mm, di pole atas serta diameter 1,7 dan 2,0 mm di pole bawah.

    kesimpulannya :
    cholecystitis dan multiple cholethiasis disertai sludge empedu.
    multiple nefrolithiasis sinistra
    hepatomagali ringan

    karena bilirubin direk : 0.5, indirek : 1.9
    SGOT/SGPT : 20/20
    Leukosit : 14,940 HB : 13,2
    kondisi saya saat periksa meriang dan panas, tensi 160/80
    (tapi skrng sdh 120/70).

    dokter bedahnya menyarankan harus segera dioperasi,(krn usia 63th disarankan dg laparoskopi), jangan menunggu pecah atau jadi tumor, kususnya jangan ada masalah dgn yang dilever, krn bilirubin tinggi (saya jadi takut). saya diberi anti biotik cefspan, imunos, OMZ capsul dan utk nurunkan bilirubin dikasih Hepa Q Capsul(suplemen hati, apabila meriang cepat operasi.

    Yg ingin saya tanyakan :

    1. apakah dgn kondisi saya seperti itu bisa terjadi pecah kandung empedunya ? berbahayakah dan bisa menyebabkan tumor ?
    2. bnyk juga yg menyarankan utk alternative seperti dgn minum
    herbal seperti temu lawak, makan apel merah dll sebagainya.
    3. krn kondisi seperti ini, apakah saya boleh beraktivitas seperti biasa, kecuali kalau sakitnya datang.
    4. Untuk pantangan makan sdh diberitahu, tapi saya juga bingung,krn penyebabnya dari makanan2 junk food, lemak, Mie, gorengan, ( kalau dipanggang boleh atau tidak ), untuk minuman apakah masih boleh minum teh, white coffee d yg sejenis ? juga buah … apa ada yang tidak boleh dimakan ?, saya sudah hampir 28 tahun tidak makan nasi, utk gantinya memang sy makan seadanya misalnya kentang, mungkin saya bisa diberitahu pengganti nasi sebaiknya apa ?

    Sekian, semoga pertanyaan2 saya tidak merepotkan dokter, krn dengan harus operasi saya stress, nda bisa tidur juga, selain karena biayanya mahal, walaupun fasilitas yang baik (BPJS) sudah punya, tapi mental yg belum siap.

    terima kasih banyak atas response dokter.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • Dr. Vanny bernadus says:

      1. Dari cerita Ibu, sepertinya Ibu Sudah sering mengalami keluhan Yg dikiranya ialah sakit maag Dan hanya minum obat maag. Karena keluhannya Sudah berulang Dan bahkan sampai membuat Ibu demam, serta batunya juga banyak, memang Ada baiknya dilakukan operasi. Karena bila didiamkan, tentu saja keluhannya Akan terjadi terus Dan berulang2, bahkan bila infeksi, itu Akan membahayakan

      2. Untuk herbal, tentu saja perlu proses Yg Lebih lama Dan harus extra sabar. Dan belum tentu batunya Akan hancur.

      3. Aktivitas biasa Ibu apa? Asalkan tidak terlalu berat, tidak apa2

      4. Kami sarankan makan Yg rebus2 terlebih dulu, seperti soup, Dan jangan Yg panggang2. Untuk minuman sebaiknya air Putih, Karena makanan atau minuman tertentu bisa menjadi pemicu munculnya Batu contohya teh. Selama Ini Ibu maka kentang, apakah anda penyakit lain sehingga Ibu tidak makan nasi? Karena keang memiliki kadar gula Yg Lebih tinggi dibandingkan nasi. Mungkin sebaiknya Ibu makan oatmeal. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  15. irma says:

    Ass dok,sblum’y sy blm pernh priksa keluhan sy ke RS cz biaya yg tralalu mahal.Dsni mngkn dokter bs menyimpulkan&memberi tips.sudh 1mnggu sy mrasakan sakit di tulang rusuk sbelah kanan di bwh payudara,nafas terasa sulit&sakit,bagian punggung sbelah kanan sy jg trasa skit.kalo posisi tidur rs sakit itu datang tb2 di bagian tulang blakang seperti posisi tulang yg terselip,saat itu jg sy suit u/ menarik nafas cz sakit.kr2 sy sakit apa ya dok,apa bahaya??trimakasih bnyk ats wkt’y dok

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Berapa usia anda? Sudah menikah atau berhubungan badan? Sebelumnya pernah terjatuh atau terbentur di bagian yg nyeri? Bagaimana dengan pola mens, BAK, BAB, pola makan dan minum? Memg sebaiknya diperiksakan ke dokter, tidak perlu langsunh ke rumah sakit, anda bisa ke puskesmas dulu dan bisa mengurus BPJS untuk meringankan biaya. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0