Kenali Penyebab, Gejala, Dan Penanganan Batu Empedu

DokterSehat.Com – Penyakit batu empedu dan maag bisa saja memiliki gejala yang mirip, frekuensi sakit pada maag timbul perlahan hingga akhirnya mencapai rasa sakit yang hebat. Sementara pada batu empedu, rasa sakit timbul tiba-tiba dengan hebat dan dapat hilang begitu saja.



Jika nyeri seperti itu sering Anda rasakan khususnya setelah usai mengonsumsi makanan berlemak segera temui dokter. Dan untuk memastikannya, ada beberapa jenis tes yang bisa Anda lakukan :

  • Pertama, Anda bisa melakukan pemeriksaan darah
    Hasil dari pemeriksaan darah dapat menunjukkan fungsi hati. Jika terdapat ketidaknormalan maka kemungkinan besar telah terjadi penyumbatan pada saluran empedu.
  • Tes lain adalah pemeriksaan USG abdomen serta MSCT (multi slices computed tomography) Abdomen 2 phase
    Melalui pemeriksaan ini Anda dapat memeperoleh gambaran terhadap kantong empedu, hati dan pankreas untuk memastikan ada tidaknya kelainan pada organ-organ tersebut. Jika Anda masih belum puas terhadap hasil pemeriksaan tersebut, Anda bisa saja meminta dokter untuk melakukan CT Scan.

Penyebab

Pembentukan batu empedu bisa terjadi bila empedu mengandung banyak kolesterol, bilirubin, atau kurangnya garam empedu. Ketika kandung empedu tidak bisa dikosongkan dengan benar, risiko pembentukan batu empedu bisa meningkat.

Perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena batu empedu karena kadar estrogen yang berlebihan akan menyebabkan kadar kolesterol yang lebih tinggi pada empedu.

Riwayat keluarga, obesitas, dan kondisi kesehatan tertentu bisa dikaitkan dengan batu empedu. Diet tinggi lemak dan diet rendah serat juga turut menjadi faktor terjadinya batu empedu.

Gejala

Rasa nyeri di perut, di bawah rusuk yang menjalar ke punggung, tulang belikat, atau di bawah bahu kanan menjadi gejala khas dari batu empedu. Seorang dengan batu empedu mungkin akan mengalami sakit parah dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi.

Baca Juga:  Penyebab Kanker Tonsil Dan Gejalanya

Beberapa gejala umum lainnya meliputi mual, muntah, perut kembung, gas usus, gangguan pencernaan, dan jaundice (kulit kuning). Selain itu gejala mirip flu, seperti menggigil, keringat dingin, dan demam juga bisa terjadi yang disertai nyeri perut. Tinja yang berwarna seperti dempul bisa menjadi salah satu indikasi batu empedu.

Diagnosis

Karena gejala-gejala batu empedu mirip dengan kondisi serius lainnya yang menyebabkan sakit perut, diagnosis yang tepat diperlukan untuk melakukan pengobatan dengan tepat.

USG atau prosedur pencitraan lain dapat membantu dokter untuk memeriksa fungsi kandung empedu dan saluran empedu apakah ada penyumbatan, infeksi, atau ruptur.

Pemeriksaan darah mungkin diperlukan untuk melihat adanya kemungkinan infeksi, sakit kuning (jaundice), atau pankreatitis.

Penanganan dan pengobatan

Batu empedu sering menyebabkan gejala yang memerlukan operasi pengangkatan kandung empedu. Penanganan non bedah juga tersedia sebagai pilihan bagi individu yang tidak memenuhi kriteria untuk dilakukan prosedur operasi karena kondisi kesehatan tertentu.

Terapi oral (oral dissolution therapy) digunakan untuk melarutkan batu empedu yang berukuran kecil. Beberapa pengobatan lain mungkin diperlukan secara bersamaan jika melakukan pengobatan jenis ini.

Terapi contact dissolution merupakan prosedur eksperimental yang dilakukan dengan menginjeksikan obat secara langsung ke dalam kandung empedu. Prosedur ini terus diuji pada pasien dengan batu empedu yang berukuran kecil.

Pencegahan

Batu empedu dapat dicegah dengan menghindari diet ketat karena bisa menyebabkan munculnya batu empedu akibat peningkatan pelepasan kolesterol dari hati ke dalam empedu.

Batasi makanan tinggi lemak dan tingkatkan asupan serat serta aktivitas fisik untuk mengurangi risiko terjadinya batu empedu.

Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan KB oral, terapi sulih hormon, dan obat penurun kolesterol karena obat-obatan tersebut terbukti dapat meningkatkan pelepasan kolesterol ke dalam empedu.