Baru Makan, Tapi Lapar Lagi? Apa Penyebabnya?

DokterSehat.Com – Pernah merasakan hal yang sama? Sudah bisa ditebak, sebagian besar di antara Anda pernah merasakannya. Alhasil, Anda ngemil ini itu dan angka di timbangan melonjak sekejap karena ‘kebiasaan lapar’ tersebut.Sudah makan tapi masih merasa lapar, jika ini yang Anda alami, coba introspeksi diri. Para pakar sepakat, faktor terbesar penyebab nafsu makan tidak terkendali adalah berbagai kebiasaan sehari-hari.

doktersehat-lapar-makan-wanita

Usut punya usut, rasa lapar itu tak muncul tiba-tiba, namun ada penyebabnya. Benarkah Anda masih lapar?

Dengan jujur, kami katakan TIDAK! Karena berikut alasan Anda ‘mengira’ masih lapar:

Tidak cukup tidur
Saat tubuh lelah dan tak cukup tidur, maka tubuh akan kekurangan energi, dan leptin – suatu hormon yang mengontrol nafsu makan, meningkat drastis jumlahnya. Menurut Karen Ansel, RD, seorang ahli diet dari Amerika, seperti dikutip dari Womansday, hormon ini kemudian membuat pikiran jadi cepat lapar.

Tubuh sebenarnya sudah cukup kenyang, namun pikiran seperti tak pernah kenyang. Alhasil, karena pikiran belum memerintahkan untuk berhenti makan, maka kita akan mencari camilan atau makanan yang membuat kita merasa benar-benar kenyang.

Efek samping obat
Beberapa obat yang Anda konsumsi, memiliki efek samping mudah lapar. Obat tersebut akan memicu rasa lapar lebih cepat datang, misalnya seperti obat-obatan antibiotik, obat flu, obat jerawat dan beberapa obat lainnya. Ahli nutrisi Milton Stokes, RD menyarankan agar Anda mengunyah permen karet atau menyikat gigi setelah minum obat agar Anda tidak makan berlebihan karena ‘berpikir masih lapar’.

Haus atau dehidrasi
Terkadang memang kita salah mengartikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Terutama jika kita adalah orang yang tidak terlalu suka minum air putih. Tubuh kita haus, namun kita mengartikannya dengan ‘masih lapar’, alhasil kita akan makan… makan… dan makan lagi.

Baru saja berolahraga
Biasanya setelah berolahraga cukup keras, Anda akan merasa lapar. Ini wajar saja, karena tubuh baru saja membakar kalori. Namun, seperti disarankan para pelatih fitness, usahakan agar tidak langsung makan setelah latihan, walaupun Anda merasa sangat lapar. Setidaknya, jika memang Anda ingin makan, lakukan 2 jam setelah latihan, dan tetap perhatikan menu makanan Anda.

Terlalu terburu-buru
Makan terlalu terburu-buru akan membuat Anda cepat lapar. Pencernaan membutuhkan proses yang cukup lama untuk menyerap semua nutrisi, sehingga lebih bijaksana jika Anda mengunyah 30 kali dan menikmati setiap menu makan Anda agar nutrisi dapat terserap oleh tubuh secara maksimal.

Lingkungan
Gara-gara teman di sebelah suka ngemil, Anda jadi tergoda untuk ikutan ngemil. Inilah yang seringkali terjadi di lingkungan Anda. Terutama jika Anda adalah pekerja kantor yang sehari-hari duduk di meja dan bertugas menyelesaikan pekerjaan dari belakang meja saja. Sudah bisa dibayangkan, jika selalu ada toples-toples gula-gula atau kue di atas meja, dengan dalih mengusir kebosanan.

Stress
Memang tidak semua orang yang dalam keadaan stres, mudah merasa lapar. Namun kebanyakan orang mengaku saat stres, mereka ingin makan lagi dan lagi untuk melampiaskan kekesalan dan tekanan yang ada di dalam diri mereka.

Mencium bau makanan
Penasaran mengapa toko roti kebanyakan dibuat dengan style open kitchen? Untuk apalagi jika bukan untuk membiarkan aroma kelezatan roti menyebarluas ke mana-mana, sehingga mereka yang lewat di depannya tergoda untuk membeli roti yang mereka jual.

Dan memang aroma tersebut sangat mudah mempengaruhi rasa lapar. Membuat Anda yang tadi sudah menyantap semangkuk penuh mie, membeli roti yang menggoda dan membiarkannya semakin menyesaki perut Anda.

Terlalu banyak minum minuman beralkohol
Alkohol membuat tubuh dehidrasi, dan celakanya dehidrasi itu justru kita terjemahkan sebagai rasa lapar. Alhasil, Anda pun makan dengan semangat. Dan ups… yeah, jackpot tak terhindar lagi. Selalu ingat, jika memang Anda habis ‘party’ dan menenggak cukup banyak alkohol, minumlah air mineral untuk meredakan dehidrasi di dalam tubuh.

Ingin ngemil
Ya, masing-masing orang punya kebiasaan ingin ngemil. Namun sayangnya banyak orang memilih camilan tidak sehat yang terlalu banyak mengandung kalori. Akibatnya tentu tak baik untuk tubuh. Dan sangat disarankan, jika Anda punya kebiasaan ngemil, pilih camilan sehat, atau setidaknya cukupi dengan buah, ice cream atau yogurt.

Bermusuhan dengan sayur dan buah
Ahli gizi sepakat bahwa kita harus mengonsumsi minimal lima porsi sayur dan buah bervariasi setiap hari. Selain banyak mengandung vitamin dan mineral, sayur dan buah juga kaya akan serat yang mampu membuat Anda kenyang lebih lama. Itu sebabnya, orang yang hobi makan sayur dan buah lebih bisa mengendalikan nafsu makannya ketimbang orang yang tidak suka.

Makan sambil baca atau nonton
Susan Albers Psy.D, psikolog bidang pola makan dan body image dari Cleveland Clinic Family Health Center selalu menekankan mindful eating kepada pasiennya. Mindful eating adalah cara makan dengan pikiran yang terfokus hanya kepada apa yang dimakan. Alias ketika makan tidak mengerjakan sesuatu yang lain seperti membaca atau menonton TV. Penelitian Harvard School of Public Health menemukan, orang yang suka makan sambil menonton atau membaca, cenderung tidak terkendali nafsu makannya. Ini karena otak tidak fokus kepada santapan, sehingga sinyal kenyang lambat diterima oleh otak.

Kurang rekreasi
Rekreasi dengan pola makan ternyata punya hubungan yang erat. Masih kata Susan Albers, hampir setiap hari manusia berhadapan dengan masalah dan stres. Stres bisa memicu nafsu makan. “Saat tertekan, biasanya seseorang akan mencari pelampiasan atau sarana untuk mengeluarkan emosi negatif. Biasanya pelampiasan itu berupa makanan. Semakin sering stres, semakin sering makan,” jelas Susan.

Hobi ngemil permen
Sama seperti minuman ringan dan snack kemasan, permen juga banyak mengandung gula. Coba perhatikan dalam kemasannya, satu bungkus permen cokelat mengandung total 250 kalori, dengan 188 kalori didapat dari kandungan gula. Jumlah 250 kalori sama nilainya dengan kurang lebih tiga perempat piring nasi. Karenanya, jika Anda sedang diet, jangan remehkan permen meski bentuknya kecil saja.

Makan menggunakan piring besar
“Ah, piringnya masih kosong.” Atau “Wah, makanannya sedikit sekali.” Itulah yang Anda pikirkan ketika bersantap dengan piring ukuran besar. Padahal, di piring itu sudah ada seporsi nasi, sayur, empal dan tempe bacem. Coba bayangkan jika semua hidangan itu ditempatkan di piring yang ukurannya lebih kecil, pasti akan terlihat penuh. Piring besar akan mendorong Anda untuk makan lebih banyak dibanding dengan piring kecil.

Suka minuman asam
Memang, minuman asam dapat menyegarkan. Apalagi jika disajikan dingin dan dinikmati saat udara sedang panas. Namun, masih menurut situs natural-homeremedies.org, minuman asam juga dapat menambah selera makan. Di dalam buah asam terdapat zat-zat asam tatrat, malate, succinate, dan asetat yang berfungsi melancarkan pencernaan dan meningkatkan sirkulasi darah. Ketika pencernaan dan sirkulasi darah lancar, keinginan untuk bersantap pun akan semakin baik.

Kurang tidur
Semakin sedikit tidur, semakin besar kemungkinan Anda menjadi lebih gemuk. Ya, kelelahan akan membuat ubuh menagih energi lebih dari makanan. Hal ini dibuktikan dari penelitian Mayo Clinic di Rochester, Minnesota. Dalam penelitian ini terbukti bahwa relawan yang kurang tidur mengonsumsi makanan ekstra sebanyak 500 kalori per hari.

Terlalu banyak minum kopi
Ketika Anda minum kopi terlalu banyak, merangsang keinginan tubuh Anda untuk kalori yang lebih tinggi dan gula. Tubuh mendapatkan kebutuhan ini dipenuhi melalui makan nasi, kentang, buah, roti, dan permen. Makanan ini kaya akan karbohidrat. Tidak hanya itu, kafein yang berlebihan dapat membuat Anda gelisah dan stres. Tegangan ini kadang menyebabkan makan berlebihan untuk kenyamanan.

Terlalu banyak mengonsumsi gula
Gula atau pemanis, baik yang alami atau buatan, disinyalir dapat memicu tubuh Anda menimbun kelebihan kalori dan menambah nafsu makan. Mengapa demikian? Ini karena tubuh dan otak kita sangat suka dengan rasa manis, terutama saat sedang dalam keadaan tertekan. Semakin banyak gula yang kita konsumsi, semakin otak akan menagih, dan semakin sulit Anda mengendalikan keinginan untuk terus mengunyah.

Fanatik dengan aroma peppermint
Kebudayaan Timur percaya, beberapa aroma tertentu dapat digunakan untuk meningkatkan selera makan. Dua di antaranya adalah aroma peppermint dan jahe. Itu sebabnya, dua bahan ini sering digunakan oleh para terapis aroma untuk membantu memulihkan stamina orang yang baru sembuh dari sakit. Jadi, jika Anda sangat menyukai dua jenis wewangian ini namun sedang menjalankan program diet, cobalah untuk memakai wewangian jenis lain seperti Lavender atau Bergamot. Lavender dan Bergamot memiiliki efek menenangkan dan membantu mengendalikan nafsu makan.