Baru 3 Bulan Menikah, Wanita Ini Meninggal Dunia Gara-Gara Tahi Lalat

DokterSehat.Com– Seorang wanita bernama Leah Debono, 29 tahun, mengalami nasib yang cukup tragis. Bagaimana tidak, baru saja menikmati 3 bulan pernikahan dengan pasangannya Ben, Ia harus meninggal dunia gara-gara hal yang cenderung disepelekan oleh banyak orang, yakni tahi lalat. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

leah dobono kanker melanoma

Photo Credit: 60 Minutes Australia

Ben yang berasal dari New South Wales Central Coast, Australia, bercerita bahwa sebenarnya saat Leah berusia 25 tahun, Ia melihat ada sebuah tahi lalat yang tidak biasa pada lengannya. Karena curiga dengan tahi lalat ini, Ia pun memeriksakannya ke dua dokter yang berbeda. Kedua dokter ini menyebutkan bahwa tidak ada yang mencurigakan pada tahi lalat tersebut sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Setelah mengenal Ben, Leah pun memutuskan untuk menghilangkan tahi lalat pada lengannya ini karena merasa terganggu dengan keberadaannya. Sayangnya, saat melakukan pemeriksaan biopsi, dokter justru menyebutkan bahwa tahi lalat yang ada di lengannya ini ternyata adalah kanker kulit melanoma yang ganas. Hal ini membuat Leah selalu melakukan pemeriksaan rutin pada dokter selama 3 tahun berikutnya. Seminggu sebelum menikah, Leah pun melakukan pemeriksaan terakhir pada tahi lalatnya ini.

Sebulan setelah menikah, Leah mengaku merasa badannya tidak sehat. Sebagaimana kebanyakan pasangan, mereka berpikir jika Leah mendapatkan kehamilan. Sayangnya, saat diperiksakan ke dokter, Leah hanya dianggap sakit karena kelelahan dan tekanan setelah pernikahan. Kondisi Leah pun semakin parah dan bahkan sempat ditemukan pingsan di tempat kerja. Saat inilah baru diketahui bahwa kanker sudah menyebar pada tubuhnya. Sempat dirawat di rumah sakit, Ia pun akhirnya meninggal dunia.

Lex, ayah dari Leah yang menyaksikan kematian putrinya sangat kecewa karena Leah sudah melakukan semua cara untuk mencari tahu apakah tahi lalatnya berbahaya atau tidak namun akhirnya baru mengetahui kondisi kankernya sudah semakin parah hingga harus meregang nyawa.