Banyak Wanita Inggris yang Tak Lagi Menggunakan Pembalut Saat Menstruasi

DokterSehat.Com – Salah satu benda yang akan sangat dibutuhkan oleh wanita saat fase menstruasi tiba adalah pembalut. Dengan adanya benda ini, mereka akan tetap bisa beraktifitas tanpa merasa khawatir akan adanya rembesan darah yang akan mengotori pakaian dan merusak penampilannya. Namun, hal yang sebaliknya justru terjadi di Inggris dimana kini wanita dari Negeri Ratu Elizabeth justru semakin malas untuk menggunakan pembalut saat fase menstruasi tiba. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-sakit-perut-mens

Menurut The Telegraph, kini semakin banyak wanita Inggris yang memilih untuk mengakhiri masa mengalami menstruasi atau mendapatkan fase menopause dini. Berdasarkan data dari Public Health setempat, diketahui bahwa semenjak tahun 2012, sudah ada 400 ribu wanita yang memilih untuk meminum pil kontrasepsi yang mampu mempercepat munculnya menopause. Setiap tahunnya bahkan terjadi kenaikan empat persen jumlah wanita yang mengkonsumsi pil yang mengandung hormon progesterone ini.

Gara-gara hal ini, produsen pembalut di Inggris mengaku mengalami penurunan jumlah penjualan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.  Pada tahun 2006, jumlah penjualan pembalut per tahun bisa mencapai 56 juta Pound, namun, 10 tahun kemudian angka ini merosot tajam hingga menjadi 43 juta Pound saja.

Natika Halil, pakar kesehatan dari Family Planning Association, menyebutkan jika banyak wanita yang memilih untuk mendapatkan menopause dini karena mereka tidak akan lagi kerepotan dengan masalah kesehatan yang selalu menyerang saat menstruasi tiba. Alhasil, mereka pun tak akan lagi perlu mengkonsumsi obat pereda kram perut dan aktifitas harian mereka pun tidak akan terganggu. Selain itu, mereka juga akan lebih berhemat karena tidak lagi perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk membeli pembalut.

Baca Juga:  Susu Ternyata Bisa Mengatasi Nyeri Saat Menstruasi

Sebagai informasi, pada tahun 2015 pemerintah Inggris mengeluarkan peraturan yang menyebutkan jika pembalut wanita harus dikenai pajak barang mewah. Banyak pihak yang menduga jika peraturan kontroversial ini ikut memicu semakin banyaknya wanita yang meninggalkan pembalut dan memilih untuk mendapatkan menopause dini.