Balita Yang Tidur Bareng Orangtuanya Bisa Terkena Asma

DokterSehat.Com – Sebagai orang tua baru biasanya Anda tidak ingin lepas dari sang buah hati. Sehingga Anda memutuskan untuk tidur bersama bayi dalam satu ranjang. Hal ini dipilih karena dinilai dapat mempererat ikatan antara ibu dan anak. Tetapi Anda harus hati-hati agar bayi tidak terkena sindrom kematian mendadak pada bayi.

13

balita yang tidur bersama orang tuanya bisa terkena penyakit asma. Dokter juga belum bisa memastikan bagaimana hal itu bisa terjadi. Para peneliti dari Belanda telah melakukan studi kasus pada 6160 ibu dan anak. Berdasarkan kuesioner yang dirilis European Respiratory Journal diketahui jika gejala asma dan susah bernafas bisa di alami anak usia tiga hingga enam tahun.

Namun penelitian ini masih mencari sebab mengapa balita bisa terserang asma. Faktor lain sebagai penyebab adalah ruang gerak yang terbatas sehingga gerak balita tidak bisa bebas.

Asma sendiri adalah kondisi yang membutuhkan penanganan serius. Dr Claudia Kuehni mengatakan bahwa penelitian ini adalah awal dari upaya menyembuhkan asma pada anak-anak.

Dr Maartje Luijk, dari Erasmus University Rotterdam Belanda, mengatakan penelitian ini memberikan suatu petunjuk. Tidak ditemukan gejala asma pada balita berusia dua tahun. Ketika anak-anak mencapai usia tiga tahun diagnosa asma meningkat.

Dari penelitian ini kita sebagai orang tua harus waspada terutama jika anak kita berusia tiga hingga enam tahun. Anak bisa diberikan kamar tidur sendiri. Faktor keamanan harus sangat diperhatikan oleh orang tua.