Bakteri di Vagina Bisa Picu Kelahiran Bayi Prematur

DokterSehat.Com– Setiap orang tua tentu ingin bayi yang dikandungnya lahir dengan cukup bulan. Jika bayi lahir di bawah 37 minggu, maka kelahiran tersebut disebut kelahiran prematur. Sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa bakteri yang terdapat di vagina dan leher rahim wanita dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

doktersehat-wanita-rahim-hamil

Dilansir dari laman Science Daily, kelahiran prematur merupakan penyebab kematian bayi nomor 1 di Amerika Serikat dan penyebab utama kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Umumnya bayi prematur memiliki masalah kesehatan seperti pernapasan, sakit kuning, dan keterlambatan intelektual.

Bakteri di area vagina pengaruhi kelahiran prematur

Michal Elovitz, MD, profesor Obstetri dan Ginekologi di University of Pennsylvania beserta rekannya melakukan penelitian dengan mengambil subyek penelitian 2.000 wanita hamil. Elovitz dan timnya mengambil swab vagina pada tiga titik waktu berbeda dalam kehamilan dan melakukan analisis pada spesimen untuk menentukan koloni mikroba yang ada.

Hasil penelitian tersebut menyebutkan, kehadiran bakteri tertentu memberikan risiko yang lebih rendah dari kelahiran prematur spontan. Sementara, bakteri lain dapat meningkatkan risiko prematur yang signifikan. Baik bakteri yang menekan risiko kelahiran prematur maupun yang meningkatkan kelahiran prematur dapat berbeda-beda antara wanita Afrika-Amerika dan non-Afrika Amerika.

Penelitian lain dilakukan oleh David Mcintyre, dokter asal Imperial College, London, Inggris. David dan rekan mengumpulkan sampel dari 250 ibu hamil dimana 25 dari 250 ibu hamil tersebut melahirkan secara prematur. Hasilnya, tim peneliti menyimpulkan bahwa perubahan komposisi mikroba dan bakteri vagina bisa menyebabkan kelahiran prematur.

“Studi ini menunjukan bahwa separuh dari perempuan hamil kemungkinan besar memiliki komposisi mikroba yang tidak seimbang di bagian vagina sebelum terjadinya kelahiran prematur. Ini memberikan bukti lanjutan, ada peran tertentu dari bakteri-bakteri ini dalam kasus munculnya kelahiran prematur,” urai David seperti dikutip The Independent.

Baca Juga:  Apakah Stres pada Wanita Berhubungan dengan Bayi Prematur?

Kedua penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya untuk mencegah kelahiran prematur.