Bahayakah Terlambat Menstruasi?

DokterSehat.Com– Normalnya menstruasi terjadi tiap satu bulan sekali, namun tidak semua wanita mengalami siklus bulanan ini dengan normal. Banyak wanita yang mengeluh tak kunjung menstruasi padahal sudah lebih dari sebulan.

doktersehat-mens-ovulasi

Penyebab tertundanya menstruasi pun bermacam-macam. Untuk mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan tertundanya siklus bulanan ini, berikut ulasannya:

Penyebab
Tertunda menstruasi adalah masalah yang disebut amenorea. Ada banyak alasan yang berbeda yang dapat menyebabkan tertundanya menstruasi. Stres bisa menjadi faktor besar, tapi selain ini, nutrisi yang tidak memadai atau berlebihan berolahraga juga dapat menyebabkan terlambat haid, demikian seperti yang dilansir Steadyhealth.

Seorang wanita dengan masalah ini harus makan dengan benar dan berkonsentrasi pada makanan dan rempah-rempah yang menyehatkan tubuh serta membantu meringankan stres dalam hidup.

Tak ada salahnya memanjakan diri sendiri untuk menghilangkan stres. Mandi dengan air hangat setiap malam bisa membuat tubuh Anda rileks. Anda juga bisa menambahkan sedikit minyak lavender atau mungkin beberapa Ylang Ylang, sambil membakar lilin aroma terapi, dan memutar musik yang tenang.

Lavender adalah ramuan yang dikenal untuk menenangkan dan membuat Anda merasa tenang. Sementara Ylang Ylang adalah kontraktor rahim kuat. Dengan terapi seperti ini, memungkinkan Anda terbebas dari masalah haid yang tertunda.

Haruskah berkonsultasi ke dokter?
Terlambat menstruasi bisa jadi merupakan faktor keturunan. Jika ibu Anda terlambat mulai mendapat haid, jangan khawatir jika Anda tidak berkembang dengan tingkat yang sama seperti teman Anda. Namun jika Anda berusia 16 tahun dan belum mendapatkan menstruasi, temui dokter untuk memeriksa apakah ada kelainan.

Jika haid tiba-tiba berhenti dan Anda aktif secara seksual, mungkin penyebabnya adalah kehamilan. Jadi, lakukan tes kehamilan sebelum berkonsulatasi ke dokter. Temui dokter jika haid tidak datang selama enam bulan dan Anda tidak hamil atau menopause.