Bahaya Yang Mengintai Wanita Perokok

DokterSehat.Com – Tidak hanya pria, wanita kini juga banyak yang menjadi pecandu rokok. Risiko kesehatan yang mengintai tentu sama, bahkan penelitian menunjukkan bahaya rokok pada wanita lebih berat bila dibandingkan pria. Apa saja bahayanya?

11

Wanita perokok menderita segala konsekuensi dari merokok yang juga dialami pria, seperti peningkatan risiko berbagai kanker (paru-paru, mulut, laring, faring, kerongkongan, ginjal, pankreas, ginjal, dan kandung kemih), penyakit pernapasan, jantung dan stroke. Tapi dengan perbedaan pada sistem reproduksi, ada beberapa risiko lain yang mengincar wanita perokok.

Berikut berbagai bahaya kesehatan yang mengintai wanita perokok :

  • Kontrasepsi dan merokok
    Wanita perokok yang menggunakan kontrasepsi oral berisiko mengalami konsekuensi serius, termasuk peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti penggumpalan darah, serangan jantung, dan stroke. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia.
  • Kehamilan dan merokok
    Bayi yang lahir dari ibu yang merokok selama kehamilan memiliki tingkat nikotin dalam aliran darah yang sama dengan orang dewasa yang merokok, dan bayi-bayi juga akan mengalami efek balikan (withdrawal) selama hari-hari pertama kehidupannya.Anak-anak yang lahir dari ibu perokok lebih sering mengalami pilek, sakit telinga, masalah pernapasan, dan penyakit yang membutuhkan kunjungan ke dokter lebih banyak ketimbang anak-anak yang lahir bukan dari ibu perokok.
  • Kesuburan dan merokok
    Studi menunjukkan bahwa penurunan respons ovulasi, serta gangguan pembuahan dan implantasi zigot lebih mungkin terjadi pada wanita yang merokok. Bahan kimia dalam tembakau juga dapat mengubah cairan serviks, sehingga beracun untuk sperma dan menyebabkan hamil menjadi sulit dicapai penyakit radang panggul dan merokok. Penyakit radang panggul terjadi dengan frekuensi 33 persen lebih besar pada wanita perokok dibanding yang tidak merokok. Penyakit radang panggul adalah penyakit menyakitkan yang memerlukan intervensi medis segera dan sering merupakan faktor dalam kehamilan ektopik, serta perlengketan pelvis dan masalah kesuburan lainnya.
  • Masalah menstruasi dan merokok
    Mulai merokok saat remaja dapat meningkatkan risiko wanita menopause dini tiga kali lipat. Wanita perokok akan merasakan gejala menopause dua sampai tiga tahun lebih awal dibanding bukan perokok.Masalah menstruasi seperti perdarahan abnormal, amenore (tidak adanya periode), vagina berbau, atau infeksi adalah keluhan umum di kalangan perempuan yang merokok. Gangguan menstruasi dan menopause dini dapat disebabkan oleh efek toksik pada indung telur atau dengan tingkat estrogen lebih rendah.