Bahaya Stres Terhadap Fisik dan Psikis

DokterSehat.Com – Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari yang menyita banyak waktu, ditambah dengan beban hidup yang menumpuk, belum lagi kehidupan masyarakat modern yang penuh dengan permasalahan serta masih banyak persoalan-persoalan lainnya membuat banyak orang menjadi rentan terkena stres.

12

Stres terjadi karena kebutuhan psikologis tubuh atau situasi lingkungan yang menimbulkan potensi berbahaya atau menimbulkan perubahan-perubahan tertentu, sehingga membuat seseorang dituntut untuk melakukan mekanisme pertahanan yang sangat menguras kinerja otak dan tubuh.

Dengan begitu, sedikit demi sedikit mulailah timbul gejala stres atau bahkan mungkin sudah masuk pada tahap menderita stres. Jika hal ini dibiarkan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan, baik itu secara fisik maupun psikis.

Stres erat kaitannya dengan tekanan hidup yang semakin hari semakin tinggi. Secara sepintas, stres terlihat sederhana, tapi akibatnya cukup serius bahkan dalam kondisi tertentu bisa berujung pada kematian. Stres yang dialami setiap orang memiliki dampak yang berbeda-beda. Hal itu tergantung pada kemampuan masing-masing individu dalam menghadapinya. Tidak jarang mereka yang ingin menghilangkan stres cukup dengan memanjakan diri seperti pergi ke salon, jalan-jalan atau berlibur untuk menenangkan pikiran.

Tapi, banyak juga di antara mereka yang justru melampiaskannya dengan menggunakan obat penenang, obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol, merokok atau hal-hal lainnya yang dianggap dapat menghilangkan stres namun sifatnya hanya sementara. Justru sebaliknya, hal tersebut hanya akan membuat tubuh menjadi rusak dan stres makin bertambah. Inilah tahap di mana stres mulai mempengaruhi mental seseorang. Apabila tidak ditangani dengan baik, tentu saja stres akan sangat berbahaya.

Ada banyak sekali perubahan yang terjadi pada seseorang yang menderita stres. Secara umum, stres bisa mengakibatkan perubahan fisik atau organ bagi penderitanya. Selain itu, stres juga berpengaruh terhadap psikologis seseorang, seperti selalu merasa cemas dan tegang dengan kapasitas yang berlebih, mudah jenuh, kurang berkonstrasi, selalu berprasangka buruk, mudah drop dan masih banyak lagi.

Berikut bahaya stres terhadap fisik dan psikis seseorang :

  • Sering lupa dan sulit berkonsentrasi
    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa stres kronis dapat membuat seseorang menjadi mudah lupa. Hal ini terjadi seperti yang diungkapkan oleh Bruce McEwen, PhD, kepala laboratorium neiro-endocrinology Rockefeller University di New York mengatakan bahwa stres kronis dapat mengubah struktur sel saraf yang terhubung dengan otak, sehingga menyebabkan seseorang menjadi sering lupa atau gangguan dalam mengingat nama atau arah.

    Hal ini terjadi karena hormon yang dilepaskan ketika seseorang sedang mengalami stres akan menekan memori jangka pendeknya. Namun, tidak perlu khawatir efek lupa ini pada umumnya berlangsung hanya sementara saja. Selain itu, stres juga akan menggganggu konsentrasi seseorang. Ini disebabkan karena seseorang yang mengalami stres memiliki banyak pikiran di otaknya, sehingga dia tidak bisa berkonsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan. Salah satu cara mudah untuk mengoptimalkan kembali kinerja otak yakni dengan mendengarkan musik. Tentu saja musik yang didengarkan pun harus musik dengan ritme nada rendah.

  • Gangguan pencernaan
    Stres memang terjadi karena begitu banyaknya beban mental dan pikiran yang menyelimuti otak. Namun, tidak hanya otak saja yang bisa merasakannya tapi organ lainnya seperti perut juga bisa merasakan efeknya. Bagi sebagian orang yang sensitif, nyeri perut seperti mulas atau mual akan muncul ketika seseorang merasa gelisah, gugup, takut, atau sedih.

    Tidak hanya itu, stres juga dapat mengganggu pola makan seseorang sehingga berpengaruh terhadap organ dalam perut seperti terkena penyakit maag. Seseorang yang mengalami stres ringan biasanya nafsu makan menjadi besar, sehingga dia akan makan dalam porsi yang sangat banyak. Hal ini tentu saja berpengaruh pada berat badan yang akan terus bertambah. Sebaliknya, apabila seseorang mengalami stres berat, nafsu makan menjadi hilang. Tidak menutup kemungkinan sakit maag akan menyerangnya.

  • Insomnia
    Salah satu cara seseorang untuk menghindari stres adalah dengan tidur. Ketika seseorang tidur, akan terjadi proses perbaikan dalam tubuh dan pembuangan racun yang ada dalam tubuh, sehingga ketika terbangun tubuh menjadi bugar kembali dan badan akan menjadi segar. Namun, hal demikian tidak bisa didapat oleh seseorang yang terkena insomnia. Insomnia merupakan gejala gangguan pada pola tidur seseorang.

    Rupanya insomnia tidak hanya sebatas gejala kesulitan seseorang untuk tertidur, tapi bisa saja seseorang tidur hanya sebentar dan tidak nyenyak, sehingga berpengaruh pada kondisi tubuh ketika bangun. Akibatnya, badan menjadi lelah dan kurang segar. Insomnia yang diakibatkan stres dapat membuat seseorang mengalami hipertensi, kelainan jantung dan penyakit kencing manis. Insomnia bisa diatasi dengan cara melakukan yoga, atau cara sederhana yakni dengan mengompres kepala dengan air dingin.

    Hal itu sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh para dokter dari University of Pittsburgh School of Medicine. Mereka melakukan eksperimen terhadap 12 orang yang mengidap insomnia primer, yakni insomnia yang diakibatkan karena stres.

    Dalam eksperimennya, mereka diberi tudung plastik yang berisi air dingin untuk diletakkan di kulit kepala dan dahi. Hal ini dilakukan karena pengidap insomnia memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi. Setelah beberapa saat, rupanya tudung plastik tersebut dapat menurunkan suhu prefontal cortex, yakni bagian otak seseorang yang mendorong tubuh untuk tidur lelap. Dengan demikian, aktivitas otak menjadi melambat dan mendorongnya untuk tertidur dengan cepat, hanya dibutuhkan waktu 13 menit saja bagi mereka untuk tertidur pulas. Perlu diketahui, cara tersebut memang tidak mutlak, namun tidak ada salahnya untuk dicoba.

  • Sakit kepala
    Hampir semua orang pernah merasakan sakit kepala. Ada banyak sekali faktor yang menjadi penyebab seseorang terkena sakit kepala, salah satunya karena stres. Tidak hanya itu, biasanya sakit kepala yang disebabkan stres dibarengi dengan leher yang kaku. Hal ini terjadi karena reaksi dari stres akan memacu jantung untuk berkontraksi menjadi lebih keras dan meningkatkan tekanan darah.

    Oleh karena itu, akibat yang ditimbulkan yakni sakit pada bagian kepala dan leher terasa kencang. Untuk sedikit meringankan sakit kepala usahakan tidur yang cukup, banyak minum air putih, lakukan latihan pernapasan atau melakukan pijatan sederhana pada kedua pelipis dilanjutkan ke arah dahi secara berulang-ulang.

  • Penyakit jantung
    Sudah sangat jelas, jantung merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh kita, yakni memompa darah dan menyalurkannya ke seluruh tubuh. Ketika seseorang mengalami stres, maka tekanan darah menjadi tinggi, sehingga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dengan beban yang sangat berat.

    Hal itu tentu saja akan membuat dan memaksa jantung untuk bekerja menjadi lebih cepat dan lebih kuat. Apabila keadaan tersebut terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama, maka akan terjadi kerusakan pada jantung, bahkan yang lebih bahaya lagi adalah bisa mengalami serangan jantung secara mendadak dan berujung pada kematian.