Bahaya Stres Saat Hamil

DokterSehat.com – Saat hamil tak hanya fisik saja yang akan mengalami perubahan. Emosi ibu hamilpun akan mengalami perubahan. Karena itulah sangat dibutuhkan persiapan fisik dan mental. Adanya janin dalam kandungan dan perubahan hormon selama hamil bisa mempengaruhi emosi dan mental ibu. Bila kondisi ini tidak didukung dengan lingkungan dan keluarga yang harmonis maka ibu akan mengalami stres, terutama pada wanita yang masih bekerja di kantor saat hamil.



Stres yang dialami ibu hamil tentu saja dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Ada banyak hal yang sering dikhawatirkan saat hamil sehingga stres pun tak bisa dihindari. Beberapa stres yang dialami ibu hamil terjadi secara alami dan tidak berisiko terhadap janin dalam kandungan. Tapi, stres kronis yang dialami wanita hamil dapat mempengaruhi langsung kesehatan janin. Wanita hamil yang menderita stres kronis berisiko mengalami:

  • Keguguran
  • Kesehatan ibu terganggu
  • Bayi lahir prematur sehingga lahir dengan berat badan rendah
  • Bayi lahir berisiko mengalami autism
  • Bayi lahir cacat dan mengalami kelainan tulang belakang

Saat hamil sebaiknya emosi dan stres tidak berlebihan. Dengan mengenali dan mengontrol emosi maka kecemasan-kecemasan yang ada akan berkurang. Berikut ini cara melatih diri mengatur emosi dan mengurangi kecemasan selama hamil.

1. Bicarakan kepada suami atau orang terdekat tentang rasa cemas yang Anda alami supaya Anda tidak merasa sendirian.

2. Rencanakan semuanya dengan hati-hati. Perbanyak membaca buku kehamilan sehingga rencana Anda ke depan akan tersusun rapi.

3. Tubuh yang sehat akan mengatasi stres dengan baik. Untuk itu, jagalah kondisi tubuh agar tetap sehat.

4. Tenangkan pikiran anda. Cari waktu untuk anda santai dan menenangkan pikiran. Jika perlu pergilah ke tempat SPA, dengan begitu stres yang di akibatkan oleh kehamilan akan berkurang.

Baca Juga:  Hati-Hati, Suka Cari Perhatian Tergolong Gangguan Kepribadian!

Jika tidak segera ditangani stres mental yang kronis pada saat kehamilan dapat memberikan efek yang buruk bagi ibu dan sang bayi.