Bahaya Sering Mengkonsumsi Vitamin Berlebihan Berisiko Sakit Jantung Dan Kanker

DokterSehat.Com – Setiap orang berlomba-lomba untuk mengonsumsi vitamin agar kesehatan tubuh yang terjaga. Mulai dari vitamin A, B, C, D, E, beserta turunannya. Mereka berharap, dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya dapat melindungi mereka dari risiko penyakit berbahaya. Tak hanya orang dewasa, anak baru lahir pun sudah dipastikan untuk mendapatkan seluruh asupan vitamin yang baik bagi tubuh. Namun, para pakar justru mengingatkan bahayanya dosis tinggi vitamin.



Ketika orang-orang membeli semua vitamin, mereka pikir semuanya aman. Padahal beberapa studi menunjukkan bagaimana megavitamin dapat merugikan dan meningkatkan risiko tinggi penyakit jantung dan kanker.

Dalam satu acara investigasi kesehatan yang ditayangkan di CBC-TV, kata dia, bagaimana 1.000 miligram vitamin C setara dengan tujuh hingga delapan melon dan bisa membahayakan tubuh.

Temuan lain yang menarik adalah perbedaan antara informasi pada label dan isi produk. Secara khusus, CBC Marketplace menemukan, suplemen vitamin C yang diberi label mengandung 1.000 miligram vitamin hanya memiliki 332 miligram saat diuji di laboratorium.

Neil Thanedar mengatakan, lebih dari 50 persen vitamin mengandung gula. Sedangkan vitamin E lain lagi.

Menurut Neil, kebutuhan vitamin E harian setara dengan 30 almond. Namun, para pakar menemukan, kapsul yang dijual di pasaran memiliki 50 kali lebih banyak dari jumlah tersebut. Offit mengatakan jumlah ini bisa menyebabkan risiko kanker prostat pada pria.

Daftar vitamin lainnya yang diburu masyarakat adalah vitamin D. Di Kanada, dosis yang dianjurkan adalah 600 unit internasional (IU). Dr Joanne Manson dari Brigham merekomendasikan 5.000-10.000 IU per hari. Namun dia menemukan banyak suplemen yang melebihi asupan yang dianjurkan.

Konsumsi berlebihan vitamin D dapat memicu batu ginjal dan kalsifikasi vaskular atau pengapuran pembuluh darah, kata Manson.

Baca Juga:  Pria Dengan Pinggang Besar Beresiko Besar Terkena Kanker Prostat

BACA JUGA : Seputar Chlamydia, Pencegahan dan Pengobatannya