Wah, Ternyata Sepeda Statis Cukup Membahayakan bagi Pemula

doktersehat-cedera-fitnes
photo credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Bagi pemula dalam dunia kebugaran, tentunya akan memilih jenis latihan yang mudah dilakukan. Hal itu dikarenakan, kondisi fisik pemula memang terbatas sehingga tidak bisa melakukan latihan berat dalam latihan perdananya. Biasanya, para pemula akan memilih jenis latihan yang dibantu dengan alat. Salah satu latihan dasar yang digemari oleh pemula adalah sepeda statis atau spin.

Sepeda statis merupakan olahraga yang memang mudah dilakukan. Anda hanya perlu mendayung sepeda statis yang diam di tempat. Menurut sebagian orang, jenis olahraga yang satu ini memang cenderung lebih bisa membakar kalori secara cepat sehingga membuat para pemula menjadi sangat gemar melakukan olahraga ini.

Terlebih lagi jika obsesi yang terlampau tinggi, maka setiap pemula akan memforsir tubuh serta energinya hanya untuk melakukan olahraga sepeda statis sepanjang hari.

Tapi, tahukah Anda bahwa baru-baru ini ada sebuah studi yang menyebutkan bahwa sepeda statis tidak baik dilakukan oleh pemula? Penelitian tersebut dipublikasikan dalam American Journal of Medicine, bahwa olahraga sepeda statis dengan intensitas tinggi bisa sebabkan rhabdomyolysis, yaitu sindrom kronis akibat cedera otot yang dialami oleh pemula.

Sebab, bagaimanapun juga, pemula memang tidak memiliki kekuatan otot yang sebanding dengan orang yang telah lama bergelut dalam dunia kebugaran. Maka dari itu, setiap pemula memiliki risiko cedera lebih tinggi dalam setiap latihan, terutama pada latihan sepeda statis.

Lebih lanjut lagi, rhabdomyolysis bisa menjadikan trauma otot yang mendalam bagi pemula. Hal itu dikarenakan tubuh kekurangan oksigen sehingga otot menjadi pecah, bahkan mengalami kerusakan sehingga isinya akan masuk ke dalam darah. Tentu saja hal tersebut tidak bisa disepelekan, sebab bisa memicu terjadinya komplikasi serius, seperti gagal ginjal.

Untuk itu, bagi setiap pemula sangat dianjurkan untuk berlatih teknik dasar terlebih dahulu agar otot terbiasa dengan gerakan-gerakan. Disarankan pula bagi para pemula untuk tidak melakukan satu jenis latihan dengan monoton, alias terus-menerus. Lakukanlah berbagai macam latihan dalam satu sesi sehingga membuat seluruh otot di dalam tubuh menjadi lebih kuat dan anti cedera.