Bahaya Pria Cenderung Mengabaikan Gejala Penyakit

DokterSehat.Com – Secara umum, masyarakat umum masih menganggap pria sebagai mahluk yang lebih kuat jika dibandingkan dengan wanita. Sayangnya, anggapan bahwa pria lebih kuat ternyata juga bisa membuat seorang pria merasa tubuhnya kuat dan tidak akan mudah terkena penyakit. Adanya sikap yang berhubungan dengan maskulinitas ini juga membuat pria akan cenderung malas untuk mengeluhkan adanya gangguan atau masalah yang tidak biasa pada tubuhnya. Hal ini tentu bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh sang pria.

doktersehat-konsultasi-orangtua-parkinson

Beberapa pria berpikir jika mereka enggan membahas adanya gejala tidak enak atau kurang sehat pada badannya dengan anggapan jika menanam pikiran positif akan membuat tubuh pun segera sehat kembali. Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa membuat penyakit bisa menjadi lebih parah dan menyebabkan kematian sebagaimana yang dituturkan oleh pakar kesehatan Rutgers University; Diana Sanchez dan mary Himmelstein.

Penelitian yang melibatkan 250 pria ini dilakukan dengan cara mengisi kuesioner untuk mengetahui apakah tingkat maskulinitas pria bisa mempengaruhi masalah kesehatan. Hasilnya adalah, saat pria memiliki tingkat maskulinitas yang lebih tinggi, maka semakin rendah pula pria akan cenderung mau terbuka akan kondisi kesehatannya, khususnya mengenai adanya penyakit atau gejala kesehatan tubuh yang tidak normal pada orang terdekat atau bahkan pada dokter. Tanpa sadar, pria akan merasa jika mereka terbuka akan kondisi kesehatannya, mereka merasa lemah secara psikologis dan menganggap mereka masih dalam kondisi yang kuat meskipun tubuhnya menunjukkan hal sebaliknya. Dalam beberapa kasus, pria bahkan sangat enggan untuk memeriksakan diri ke dokter meskipun Ia sudah merasa sakit.

Karena diagnosa penyakit yang cenderung terlambat, maka pria memiliki kecenderungan untuk lebih lama melakukan penyembuhan pada beberapa penyakit tertentu.  Bahkan, sebuah penelitian menyebutkan jika secara umum angka harapan hidup pria lebih rendah dari wanita hingga lima tahun. Melihat hal ini, ada baiknya pria mulai mengubah pola pikirnya dan mau lebih terbuka akan kondisi  kesehatannya agar bisa mendapatkan penyembuhan penyakit dengan lebih efektif dan lebih baik.