Bahaya, Penderita Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia Diprediksi Terus Meningkat!

DokterSehat.Com – Penyakit gagal ginjal termasuk salah satu penyakit yang progresif dan dapat menimbulkan dampak sosial ekonomi besar baik bagi penderita, masyarakat, hingga negara.



Penyebaran informasi dan edukasi mengenai kesehatan ginjal tentu menjadi hal yang sangat penting mengingat upaya pencegahannya sudah harus dimulai sejak dini.

Demi pentingnya kesehatan ginjal bagi seluruh masyarakat, maka International Society of Nephrology (ISN) dan The International Federation of Kidney Foundation (IFKF) mengangkat Kidney Health for All atau ginjal Sehat untuk Semua sebagai tema dalam peringatan Hari Ginjal Seduniaatau World Kidney Day (WKD).

Peringatan WKD yang dicetuskan ISN dan IFKF ini, dirayakan di seluruh dunia pada setiap minggu kedua bulan Maret, sejak tahun 2006 silam. PERNEFRI sebagai anggota ISN turut berpartisipasi dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk WKD setiap tahun.

Menginjak tahun ke-10 ini, WKD ingin memfokuskan pada kesehatan ginjal bagi seluruh masyarakat global. Data Internasional menyebutkan, sekitar 10 persen dari populasi dunia menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dan diprediksi akan meningkat hingga 17 persen pada dekade selanjutnya.

Di Indonesia, prevalensi penyakit ginjal terus meningkat setiap tahunnya. Hasil studi epidemiologi PERNEFRI (Perhimpinan Nefrologi Indonesia) tahun 2005 menunjukkan, sebanyak 12,5 persen dari masyarakat diketahui mengalami PGK.

Dan berdasarkan data PERNEFRI, sampai tahun 2012 pasien yang mengalami atau menderita penyakit ginjal tahap akhir PGTA mencapai 100 ribu pasien dan diperkirakan akan terus bertambah. Sehingga PGK saat ini telah diakui oleh badan PBB bidang kesehatan, WHO, sebagai masalah kesehatan serius dunia.

Namun sayangnya, masyarakat yang hidup di negara dengan akses pelayanan kesehatan yang rendah akan menghadapi risiko terbesar terhadap dampak penyakit ginjal, dikarenakan biaya yang dibutuhkan untuk terapi penyakit ini sangat tinggi. Inilah salah satu penyebab prevalensi penyakit ginjal terus meningkat.

Baca Juga:  Makanan Ini Mampu Cegah Penyakit Jantung

Ketua PERNEFRI dr Dharmeizar, Sp.PD-KGH, mengatakan, PERNEFRI yang berada di bawah naungan International Society of Nephrology (ISN) selalu berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan ginjal dengan mengedukasi mengenai pengenalan faktor risiko dan upaya pencegahannya.

Dampak penyakit ginjal ini sangat besar pengaruhnya terhadap sosial ekonomi penderita, masyarakat, juga negara, karena biayanya sangat mahal untuk penanganan penyakit ini. Terlebih saat ini biaya pengobatan pasien PGK telah ditanggung negara melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lanjut Dharmeizar.

Jika PGK bisa dicegah dari awal, lanjutnya, biayanya dapat digunakan untuk penyediaan fasilitas kesehatan lain, seperti membangun puskesmas dan melengkapi obat-obatan dan vaksinasi. Kami berharap dengan diadakannya edukasi penyakit ginjal, penderita dan negara dapat terhindar dari dampak besar akibat penyakit ini, harap Dharmeizar.