Bahaya Orang Mendengkur Saat Tidur

Doktersehat.com- Bila Anda seorang pendengkur, tak ada salahnya Anda mewaspadai ancaman depresi. Riset terbaru para ahli mengindikasikan adanya hubungan antara gangguan tidur yang umum dikenal sebagai obstructive sleep apnea (OSA) dengan risiko depresi. Mendengkur atau ngorok sendiri merupakan gejala utama dari OSA.

doktersehat-tidur-mendengkur

Pada penderita sleep apnea, jaringan lunak di bagian belakang tenggorokan menghambat saluran napas atas saat tidur. Hal ini menyebabkan jeda dalam bernafas dan gejala tidur lainnya seperti mendengus, terengah-engah dan mendengkur.

Dalam riset terbarunya, peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat melakukan survei terhadap 9.700 orang dewasa Amerika. Hasilnya menunjukkan, ada sekitar 6 persen pria dan 3 persen wanita mengaku telah didiagnosis dengan sleep apnea.

Kajian tersebut juga menemukan bahwa gejala gangguan tidur sleep apnea memiliki keterkaitan dengan perkembangan gejala depresi, termasuk perasaan seperti kegagalan dan perasaan putus asa. Peneliti mencatat, hubungan antara keduanya tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti berat badan, jenis kelamin, usia, atau ras.

Bahaya tidur mendengkur diantaranya:

  • Mendengkur menyebabkan timbulnya gangguan pada jantung. gagal jantung, penyumbatan pembuluh jantung koroner.
  • Kematian dalam tidur. 10% dari pasien tidur mendengkur atau ngorok yang tidak ditangani serius mati saat tertidur.
  • Setengah dari orang yang tidur mendengkur mengalami hipertensi.
  • Memberi pengaruh buruk pada seluruh organ tubuh
  • Mengganggu daya ingat, penilaian, dan pengambilan keputusan.
  • Ngorok juga menurunkan libido seksual atau dorongan seksual dan menurunkan kemampuan seksual serta disfungsi ereksi.
  • Diasosiasikan dengan peradangan umum dalam tubuh dan dengan demikian meningkatkan radikal bebas.
  • Meningkatkan resiko terjadinya stroke dan meningkatkan resiko kematian pada pasien yang sudah terkena stroke.
  • Menyebabkan terhambatnya pertumbuhan organ seksual pada remaja (payudara wanita dan penis pria)