Apa yang Terjadi Jika Pria Sering Melakukan Onani? Ini Dampaknya

Doktersehat-bahaya-sering-onani-pada-pria

DokterSehat.Com – Onani atau masturbasi adalah sebuah cara mendapatkan kepuasan seks tanpa berhubungan kelamin secara langsung. Aktivitas ini dilakukan dengan merangsang alat kelaminnya sendiri. Akan tetapi dibalik kepuasan yang diperoleh, efek onani ditengarai memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan.

Salah satu mitos yang beredar di masyarakat mengenai dampak onani adalah mengakitbatkan munculnya jerawat, kebutaan hingga terganggunya masalah kejiwaan. Biasanya onani dilakukan dengan cara menyentuh, menggosok, atau memijat penis atau klitoris.

Baca juga: Dampak Buruk Melakukan Onani Selama Bulan Puasa

Pada pria, aktivitas ini diakhiri dengan keluarnya cairan dari kemaluan yang disebut dengan semen atau air mani sebagai cairan yang membawa sel-sel sperma. Hal yang sama juga dapat terjadi pada wanita tetapi frekuensinya sangat jarang jika dibandingkan dengan pria.

Beberapa orang percaya bahwa manfaat onani bisa meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, meredam stress hingga meningkatkan produksi endorfin. Akan tetapi, dibalik manfaat onani yang bisa didapatkan, dampak negatif onani yang bisa terjadi di antaranya:

  1. Ejakulasi dini

Terlalu sering melakukan onani dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Bagi pria yang melakukan onani beberapa kali sebelum melakukan hubungan seks, akan cenderung sulit mencapai klimaks.

Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering dalam melakukan onani adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas.

  1. Iritasi kulit hingga fraktur penis

Onani bisa dibilang sebagai aktivitas seksual paling aman. Hal ini dikarenakan risiko untuk terkena penyakit menular seksual tidak akan terjadi selama Anda melakukannya sendiri.

Meski begitu, cedera bisa muncul dalam bentuk iritasi kulit jika Anda melakukan onani terlalu sering dan kasar. Risiko yang lebih berbahaya, onani dapat menyebabkan terjadinya fraktur penis yang disebabkan oleh adanya paksaan membengkokkan penis saat ereksi. Kondisi ini akan menyebabkan penis mengalami pembengkakan.

baca juga: Tanda-Tanda Pria Mulai Ketagihan Onani

  1. Rasa bersalah

Dampak onani lainnya adalah membawa efek negatif secara psikologis, lantaran terbentur dengan nilai-nilai agama, moral, dan budaya, menjadikan banyak orang yang merasa malu dan bersalah setelah selesai melakukan kegiatan tersebut.

Tarik menarik antara kesenangan serta menahan diri berdampak pada nilai harga diri, tingkat kepercayaan diri, serta perasaan cinta. Perasaan bersalah yang ditimbulkannya juga memicu efek psikosomatis seperti sakit punggung, sakit kronis, dan sakit kepala.

  1. Memengaruhi unsur-unsur kimia tubuh

Bahaya onani lainnya adalah bisa memengaruhi otak berikut unsur-unsur kimia tubuh. Hal ini diakibatkan oleh kelebihan produksi neurotransmitter dan hormon seks. Kendati dampak yang timbul pada setiap orang berlainan, terlalu sering melakukan onani tetap dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri panggul.

Apabila gaya hidup cenderung normal, akan tetapi mempunyai kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual tersebut untuk mengurangi keluhan. Apabila keluhan tak kunjung reda, segera lakukan pemeriksaan medis.

  1. Masturbasi kompulsif

Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan. Sebagian pria yang melakukan onani sebanyak 6 kali dalam sehari—bisa saja justru merasa produktif, namun lain halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya.

Apabila tidak mampu menyeimbangkan antara hasrat dan kebutuhan pribadi, masturbasi kompulsif dapat membawa dampak negatif pada pekerjaan, harga diri, hubungan dengan pasangan, keuangan, hingga hubungan sosial.

baca juga: Pria, Begini Cara Melakukan Onani yang Benar dan Sehat

  1. Memicu terjadinya prostat

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria muda yang sering melakukan onani memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Namun sebaliknya, pada pria lebih tua, aktivitas onani justru dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Walau demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini.

Menjalani aktivitas onani yang ‘sehat’ sebaiknya disertai dengan kesadaran untuk tidak melakukannya secara berlebihan. Hindari aktivitas menyentuh, memijat, atau menggosok-gosok kemaluan terlalu keras karena tindakan-tindakan semacam ini bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan.