Konsumsi Minuman Soda Saat Hamil, Ini 5 Bahaya yang Mengancam

Doktersehat - Minuman Soda
Photo Credit: Flickr.com/»Harpreet

DokterSehat.Com– Saat melewati masa kehamilan, seorang wanita tidak boleh boleh sembarangan mengonsumsi makanan atau minuman karena akan memengaruhi perkembangan janin. Lalu bagaimana jika ibu hamil mengonsumsi minuman bersoda, apakah hal ini bisa menganggu pertumbuhan janin di dalam kandungan?

Minuman bersoda mengandung zat seperti kafein, gula, pemanis buatan, zat aditif, serta asam karbonat yang dapat memengaruhi perkembangan janin. Oleh karenanya Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi minuman ini terlalu sering.

Selain itu, minuman bersoda juga terkenal karena memiliki kandungan gula yang tinggi. Kelebihan asupan gula pada saat kehamilan dapat berisiko membuat janin lebih besar di mana nantinya akan menimbulkan kesulitan saat proses persalinan.

Tidak hanya mengganggu proses persalinan, berikut ini adalah beberapa dampak lain yang bisa terjadi pada janin apabila ibu hamil rutin mengonsumsi minuman bersoda.

  1. Meningkatkan risiko diabetes

Terlalu sering mengonsumsi minuman yang mengandung soda memiliki kaitan yang erat dengan peningkatan risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Berat badan yang berlebihan tersebut bisa disebabkan karena tubuh terlalu banyak menyerap kalori.

Menurut para ahli, sebotol minuman bersoda mengandung kadar gula tinggi yang tidak memiliki nutrisi. Akibatnya, hal tersebut akan dapat meningkatkan asupan kalori dalam tubuh yang pada akhirnya akan berdampak pada obesitas.

Bahaya obesitas bagi ibu hamil merupakan salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes khususnya diabetes tipe 2 maupun penyakit kardiovaskular lainnya. Pada saat seorang ibu hamil menderita penyakit diabetes, kondisi tersebut akan berpengaruh pada bayi yang ada dalam kandungan, di mana berat badan bayi akan terlalu besar sehingga akan mempersulit proses persalinan.

  1. Meningkatkan risiko terlahir cacat

Aspartam, sakarin, dan sukralosa adalah jenis pemanis buatan yang bisa ditemukan dalam minuman bersoda. Aspartam adalah salah satu pemanis buatan yang sering digunakan. Mengonsumsi minuman dengan kandungan aspartam yang tinggi dapat meningkatkan risiko seorang bayi terlahir cacat. Sedangkan zat aditif lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak bisa mengakibatkan gangguan perkembangan janin.

  1. Memengaruhi sistem imunitas dan pernapasan

Kandungan gula yang terdapat dalam minuman bersoda dapat menyebabkan sel-sel darah putih tidak dapat bekerja secara efektif. Hal itu akan menghambat kemampuannya untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri jahat yang bisa menyebabkan gangguan kehamilan.

Selain itu, dengan kadar gula darah ibu yang tidak stabil, dampak lain yang bisa ditimbulkannya adalah ibu hamil berisiko mengalami diabetes gestasional. Apabila seorang ibu hamil mengalami diabetes gestasional maka janin yang di kandungnya berpotensi untuk mengalami masalah pernapasan ketika lahir, kuning saat lahir, berat badan lahir rendah, hingga lahir prematur.

  1. Meningkatkan risiko osteoporosis

Asam karbonat yang terkandung di dalam minuman bersoda akan masuk ke dalam pembuluh darah dan menyerap kalsium yang ada pada tulang. Kekurangan kalsium di tulang mengakibatkan tulang menjadi keropos, sehingga membuat nyeri tulang belakang pada ibu hamil semakin parah.

Tidak hanya itu, asam karbonat yang terkandung di dalam minuman bersoda bisa menyebabkan gangguan pada pencernaan ibu hamil. Penyerapan kalsium oleh tubuh bisa mengakibatkan terjadinya penurunan massa tulang yang pada akhirnya meningkatkan Anda terkena osteoporosis.

  1. Terganggunya perkembangan otak

Minuman bersoda memiliki tingkat kafein yang tinggi. Kafein yang terkandung dalam minuman bersoda pada umumya sekitar 35-55 mg kafein. Beberapa penelitian menunjukkan, kafein yang dikonsumsi dalam jumlah tinggi meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, masalah reproduksi hingga mengganggu perkembangan otak.

Batas konsumsi kafein yang aman untuk ibu hamil dalam sehari sekitar 200 mg. Perlu diketahui, kafein tidak hanya terdapat pada minuman bersoda, tetapi juga terdapat pada kopi, teh, dan cokelat.