Bahaya Mengkonsumsi Suplemen Kalsium Berlebihan

DokterSehat.Com – Seiring dengan bertambahnya usia, banyak orang yang mengalami kondisi pengeroposan tulang atau yang kerap kita sebut sebagai masalah osteoporosis. Hal ini tentu akan sangat berbahaya mengingat tulang akan menjadi rapuh dan lebih mudah patah. Untuk mencegahnya, banyak orang yang mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium layaknya susu atau keju. Selain itu, kita juga bisa mengkonsumsi suplemen kalsium yang bisa ditemui di pasaran. Sayangnya, banyak orang yang tidak memperhatikan konsumsi suplemen ini sehingga melakukannya dengan berlebihan. Padahal, hal ini bisa membahayakan kesehatan jantung.

doktersehat-obat-a-z-ponstan-asam-mefenamat-Levofloxacin-suplemen-hamil-kehamilan-hiv-truvada-melatonin-susah-tidur

Fakta bahwa konsumsi suplemen secara berlebihan bisa merusak organ jantung ini diungkapkan oleh sebuah hasil studi yang dirilis oleh Journal of the American Heart Association. Studi ini sendiri dilakukan untuk melihat adanya korelasi antara suplemen kalsium dengan masalah ateroklerosis atau penumpukan plak pada arteri. Setelah dilakukan selama 10 tahun dan melibatkan 2.700 pasien, diketahui bahwa konsumsi suplemen kalsium secara berlebihan memang memberikan efek samping bagi kesehatan jantung.

Salah seorang pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, dr. Erin Michos dari John Hopkins University School of Medicine menyebutkan jika banyak orang yang berpikir bahwa semakin banyak mengkonsumsi suplemen kalsium maka semakin baik pula kesehatan tulangnya. Padahal, andai kita mengkonsumsi suplemen ini lebih dari 1.400 miligram setiap harinya, kita akan meningkatkan resiko terkena ateroklerosis 22 persen lebih besar. Yang menarik adalah, andai kita mendapatkan kalsium ini dari makanan, resiko terkena ateroklerosis justru menurun hingga 27 persen lebih rendah.

Professor John Anderson yang berasal dari University of North Carolina menyebutkan jika studi ini menunjukkan jika tubuh memberikan respon yang berbeda dari asupan kalsium dari makanan dan dari suplemen. Ada kemungkinan hal ini disebabkan oleh adanya garam kalsium di dalam suplemen dan juga ketidakmampuan tubuh manusia untuk mengelola kalsium dalam dosis besar secara sekaligus.