6 Risiko yang Terjadi Apabila Ibu Hamil Sering Konsumsi Fast Food

Doktersehat - Fast Food
Photo Credit: Flickr.com/ulvi can

DokterSehat.ComFast food atau makanan cepat saji banyak membuat orang terlena karena memberi kemudahan seseorang untuk mengonsumsinya. Selain mudah untuk dikonsumsi, fast food juga memberikan rasa yang lebih menggoda dibanding makanan pada umumnya.

Namun, tahukah Anda dibalik kemudahan mengonsumsi dan rasa yang diberikannya, fast food memiliki dampak buruk bagi ibu hamil? Berikut ini adalah dampak buruk yang bisa terjadi apabila ibu hamil terlalu mengonsumsi fast food, antara lain:

  1. Memicu keguguran

Konsumsi fast food seperti mi instan bisa membuat pencernaan menjadi terganggu. Selain pencernaan terganggu, hal itu juga bisa memicu janin tidak kuat dalam rahim atau keguguran. Oleh karena itu, langkah terbaik yang bisa ibu hamil lakukan adalah tidak mengonsumsi fast food.

  1. Meningkatkan risiko penyakit jatung

Sebuah penelitian menunjukan adanya peningkatan risiko penyakit jantung pada bayi yang ibunya banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak saat masa kehamilan. Namun hal ini belum bisa dipastikan dengan akurat karena masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

  1. Memicu munculnya diabetes

Berbagai macam makanan fast food, mulai dari makanan yang dalam kemasan maupun makanan yang ada di restoran membuat Anda tidak sadar bahwa tubuh sudah terlalu banyak mengonsumsi fast food. Jika hal ini tak kunjung disadari maka penyakit diabetes bisa muncul. Bahaya diabetes saat hamil akan menyulitkan janin mengambil nutrisi baik pada ibu, bahkan anak juga bisa terkena diabetes.

  1. Menambah lemak dalam tubuh

Fast food adalah makanan yang dapat membuat lemak tubuh menjadi semakin banyak. Ketika ibu hamil terlalu banyak mengonsumsi fast food maka dalam tubuh ibu akan terdapat banyak timbunan lemak yang nantinya akan mengganggu kesehatan janin.

  1. Berisiko mengalami obesitas

Nutrisi yang diterima janin adalah apa yang dimakan oleh ibu. Ketika ibu hamil mengonsumsi fast food, selain bisa menyebabkan obesitas pada tubuh ibu, ia juga bisa menyebabkan obesitas pada anak.

Sebuah penelitian menunjukkan, bayi yang lahir dan disusui dari ibu yang terbiasa mengonsumsi makanan fast food sejak hamil, lahir dengan berat badan yang lebih gemuk dan berisiko tinggi terserang obesitas.

  1. Terjadi malnutrisi

Makanan fast food umumnya tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan janin, seperti untuk otak, tulang, sistem kekebalan dan berbagai organ tubuh bayi. Oleh karena itu, bila ibu selalu mengonsumsi fast food maka bukan nutrisi yang didapatkan tetapi malah anak kekurangan nutrisi dan terlahir tidak sehat.

Selain berdampak buruk pada perkembangan janin, terlalu banyak mengonsumsi fast food juga bisa membuat kehamilan lebih rentan. Ibu hamil menjadi lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti kelelahan, sakit maag, diabetes, ataupun stretch mark.

Risiko konsumsi fast food jauh lebih tinggi pada ibu hamil yang mengonsumsi fast food saat trimester akhir, dibanding ibu hamil yang mengonsumsinya di awal kehamilan saja.

Tips Menghindari Fast Food untuk Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari bahaya makanan fast food, antara lain:

  • Biasakan untuk sarapan

Memulai hari dengan gizi yang baik bisa mengurangi keinginan untuk makan pada jam-jam selanjutnya. Ibu hamil bisa mengonsumsi telur rebus, jeruk, sereal gandum atau segelas susu pada saat sarapan.

  • Menyiapkan camilan sehat

Siapkan camilan sehat saat Anda sedang hamil. Camilan ini berguna ketika sewaktu-waktu ibu hamil merasa lapar. Sebab, jika Anda merasa lapar secara tiba-tiba dan tidak punya sesuatu untuk dimakan, kemungkinan akan memilih jenis makanan yang tidak tepat.

  • Mengukus atau merebus makanan

Selain memperhatikan jenis makanan, ibu hamil dapat mempertimbangkan untuk mengganti kebiasaan menggoreng makanan, dengan mengukus atau merebus. Camilan seperti keripik atau kentang goreng bisa Anda ganti dengan keripik yang terbuat dari buah-buahan atau sayur.