Bahaya Kehamilan di Luar Kandungan

DokterSehat.Com – Kehamilan diluar kandungan terjadi ketika telur yang sudah dibuahi oleh sperma tertanam di luar rahim, contohnya di tuba falopii ( saluran yang menghubungkan antara ovarium dan rahim). Kehamilan diluar kandungan ini dapat menjadi suatu hal yang sangat membahayakan bagi seorang wanita.

doktersehat-kehamilan-hamil-Infeksi-Cytomegalovirus

Gejala tersering yang dikeluhkan oleh seorang wanita adalah adanya perdarahan yang keluar melalui vagina , nyeri hebat yang dirasakan di daerah perut bagian bawah. Keluhan keluhan ini sering dirasakan pada saat usia kehamilan 6 – 10 minggu.

Ada berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan kehamilan diluar kandungan, antara lain:

  1. Wanita yang sudah pernah mengalami kelainan ini sebelumnya
  2. Wanita yang pernah mengalami berbagai penyakit menular seksual
  3. Wanita yang menderita penyakit radang panggul , infeksi tersebut dapat menyebabkan rusaknya saluran telur.
  4. Wanita yang menderita endometriosis ( tumbuhnya sel sel rahim diluar dari tempat seharusnya )
  5. Wanita yang hamil ketika sedang dalam menggunakan kb spiral ( IUD ) atau setelah melaukan steril.
  6. Wanita yang rutin merokok

Untuk mendiagnosa adanya kehamilan diluar kandungan, seorang wanita yang mengalami perdarahan melalui vagina, mengalami nyeri hebat di daerah perut bawah harus dicek kadar hCG untuk membuktikan adanya kehamilan pada wnaita tersebut. Selain melakukan tes tersebut, dokter juga akan melakukan USG untuk menilai organ reproduksi wanita secara keseluruhan sehingga dapat meyakinkan bahwa telah terjadi kehamilan diluar kandungan.

Suatu kehamilan diluar kandungan dapat merupakan suatu hal yang darurat bagi nyawa sang ibu. Kehamilan ektopik ini merupakan penyebab kematian terbesar pada ibu hamil disaat trimester 1 ( kehamilan < 3 bulan ).

Pengobatan untuk kehamilan ektopik ini dapat menggunakan obat saja hingga harus melakukan operasi. Obat yang dapat digunakan pada penderita adalah obat obatan yang berguna untuk menghentikan pertumbuhan dari embrio sehingga pada akhirnya akan diserap oleh tubuh sendiri, tetapi ini hanya bisa diberikan pada mereka yang tidak memiliki gejala ataupun hanya gejala minimal.