Infeksi Kotoran Telinga, Wanita Ini Kehilangan Pendengaran

doktersehat_telinga
Photo Source: Flickr/ Alberto Alerigi

DokterSehat.Com– Pemilik The Hear Clinic, Neel Raithatha bercerita tentang kisah seorang pasien yang mengalami masalah pada pendengarannya gara-gara mengalami infeksi kotoran telinga. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dilansir dari Fox News, Neel berkata bahwa kotoran yang ada dalam telinga pasien wanita yang tidak disebutkan namanya ini terus menumpuk dan tidak mungkin dikeluarkan sendiri. Yang menjadi masalah adalah, kotoran ini akhirnya menutup lubang telinga bagian dalam sehingga menyebabkan sang pasien kehilangan kemampuan mendengarnya.

Yang lebih mengenaskan adalah, di sekitar tumpukan kotoran telinga ini juga mulai muncul infeksi jamur yang membuat pasien ini mengalami kesakitan. Saat pertama kali memeriksanya, Neel tidak bisa membayangkan telah berapa lama sang wanita mengalami penderitaan akibat dari hal ini.

“Pasien ini mengalami infeksi jamur dan otomycosis yang disebabkan oleh menumpuknya kotoran telinga dan sel kulit mati. Ia juga mengalami masalah otitis externa pada liang telinga dan gendang telinganya,” ucap Neel.

Sang dokter membutuhkan waktu setidaknya 10 menit untuk membuang kotoran telinga yang memiliki bau sangat menyengat ini. Setelahnya, Neel juga masih harus membersihkan infeksi jamur yang ada di sekitarnya. Video saat Ia menghilangkan kotoran telinga ini pun kemudian viral di media sosial.

“Aku harus sangat berhati-hati saat mengambil kulit yang telah mati karena terkena infeksi jamur di bagian liang telinga dan gendang telinga. Jika sampai terjadi kesalahan, aku bisa saja merusak pendengarannya,” ucap Neel menjelaskan kesulitannya saat merawat sang pasien.

Hingga saat ini, pasien ini masih menjalani kontrol untuk mengecek apakah infeksi pada telinganya sudah sembuh atau tidak.

Jangan sembarangan membersihkan sendiri kotoran telinga, apalagi dengan cotton bud karena bisa membuat kotoran bahkan semakin masuk ke dalam. Jika memang mengalami masalah pada telinga, periksakan pada dokter ahli THT demi mendapatkan solusi yang tepat.