Awas, Ini 4 Bahaya bagi Janin jika Ibu Hamil Konsumsi Banyak Gula

Doktersehat-gejala-ibu-hamil-terkena-depresi
Photo Credit: Flickr.com/Adam Gates

DokterSehat.Com– Anda tentu sudah sering mendengar bahwa ibu hamil sebaiknya tidak banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis, bukan?

Jika biasanya larangan konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan hanya ditujukan pada ibu karena dapat meneyebabkan diabetes saat kehamilan, maka kini Anda wajib tahu bahwa sebenarnya konsumsi gula berlebihan tidak hanya berbahay untuk ibu namun juga bagi janin.

Ya, kerap dianggap sepele karena hanya memengaruhi kondisi kesehatan ibu, nyatanya, konsumsi gula berlebihan akan memberikan dampak bagi tumbuh kembang dan kesehatan janin.

doktersehat bayi susah tidur
Photo Credit: pexels.com

Hal ini tentu saja disebabkan oleh asupan gula dalam tubuh janin yang berlebihan atau diakibatkann oleh terganggunya kadar darah dalam tubuh ibu sehingga menyebabkan berbagai kondisi akibat komplikasi.

Untuk itu asupan gula pada ibu hamil harus sangat diperhatikan, baik dari kandungan gula alami yang ada pada buah, makanan segar lainnya, gula pasir, atau dari makanan dan minuman buatan kemasan yang mengandung gula atau pemanis buatan.

Asupan gula pada ibu hamil yang lebih dari 5 porsi dalam sehari sudah dapat disebut berlebihan.

Hal ini pada awalnya akan menyebabkan kadar gula dalam tubuh ibu meningkat, kemudian hal ini akan bepengaruh pada kondisi janin yaitu dengan menyebabkan:

1. Memengaruhi ukuran dan tumbuh kembang janin

Suatu studi yang dilakukan di Washington University School of Medicine menunjukkan bahwa kelebihan asupan gula, utamanya gula fruktosa akan memengaruhi ukuran plasenta hingga pertumbuhan dan perkembangan janin.

doktersehat-usg-ibu-hamil

Hal ini disebabkan asupan fruktosa yang tinggi akan meningkatkan kadar asam urat dan trigliserida yang tinggi, kondisi ini yang kemudian akan menyebabkan janin lebih kecil dan plasenta yang lebih besar.

Hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya sindroma metabolik saat dewasa. Kondisi ini dalam jangka panjang akan menyebabkan anak berisiko besar mengalami berbagai ganguan kesehatan seperti penyakit kardiovaskuler.

2. Menyebabkan obesitas pada bayi

Suatu penelitian yang diterbitkan pada jurnal pediatrics menyebutkan bahwa konsumsi gula yang belrbihan pada ibu hamil akan menyebabkan berbagai peningkatan kadar gula dan lemak dalam tubuh. Hal ini tentu menimbulkan bahaya pada janin dan ibu.

Bagi janin, risiko yang berbahaya akan muncul pada usia anak-anak, dimana ibu yang mengonsumsi minuman manis berlebihan selama kehamilan akan menyebabkan anak mengalami obesitas pada usia diatas 7 tahun.

Hal ini tentu memengaruhi kondisi kesehatan anak secara umum mengingat obesitas dapat disebut sebagai penyebab tercetusnya berbagai jenis penyakit utamanya penyakit kardiovaskuler.

3. Meningkatkan risiko alergi pada anak-anak

Penelitian yang dilakukan di London menunjukkan bahwa terdapat peningkatkan risiko terjadinya kondisi alergi atau asma pada anak yang konsumsi gula ibunya saat kehamilan berlebih.

doktersehat-alergi

Hal ini menyebabkan anak rentan mengalami berbagai alergi mulai dari debu, hewan, rumput dan lain-lain ketika anak berusia diatas 5 tahun.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa ada keterkaitan yang kuat antara asupan gula berlebih dengan kejadian asma pada anak.

4. Menyebabkan anak berisiko mengalami diabetes saat dewasa

Diabetes saat dewasa ternyata bisa dipengaruhi oleh kebiasaan makan dan minum manis ibu saat hamil.

doktersehat-diabetes-penyakit-berbahaya-bisul-hemofilia-A-tes-HbA1c-1024

Hal ini tentu sangat berbahya bagi anak mengingat diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan berbagai kondisi komplikasi pada banyak organ dan sistem tubuh.

Untuk itu ibu haruslah mampu mengontrol asupan makanan manis dan gula selama kehamilan. Usahakan membatasi porsi dan memilih bahan makanan yang rendah akan kandungan gula. Hal ini berlaku untuk berbagai jenis makanan, saat makan utama, camilan atau jajanan, dan tentu saja, minuman manis, ya.