Awas! Ini 4 Bahaya jika Ibu Hamil Asal Diet

Doktersehat-Makanan-Minuman-Berbahaya-untuk-Ibu Hamil-dan-Janin
Photo Credit: Flickr.com/chad.lingafelt

DokterSehat.Com– Pernah berpikir untuk melakukan diet penurunan berat badan saat hamil? Jika ya, maka sebaiknya buang keinginan tersebut jauh-jauh, karena ada cukup banyak risiko yang akan terjadi jika ibu hamil melakukan diet penurunan berat badan. Apalagi jika diet dilakukan ibu hamil dengan asal.

Berat badan yang naik saat hamil saat hamil adalah suatu hal yang wajar dan harus terjadi. Kondisi ini merupakan salah satu indikator kesehatan kehamilan yang baik karena dapat menunjukkan perubahan fisik dan hormonal ibu serta tumbuh kembang janin yang sesuai dengan usianya.

Lazimnya, ibu dengan indeks massa tubuh yang normal akan mengalami kenaikan berat badan yang sehat hingga 10-15 kilogram.

Kondisi ini akan terjadi pada awal kehamilan hingga menjelang persalinan. Asupan makan yang baik, yaitu pola makan yang bergizi seimbang dan beragam akan mendukung kenaikan berat badan yang sehat.

Akan tetapi, tak jarang ibu hamil merasa tidak percaya diri dengan kondisi tubuhnya. Sehingga tak jarang ibu hamil jadi berusaha agar berat badannya tidak naik lagi dengan melakukan diet.

Padahal kondisi ini bisa berisiko menyebabkan beberapa ganggguan, lho.

Melakukan diet penurunan berat badan bagi ibu hamil berarti membuat ibu hamil harus membatasi jenis, jumlah atau waktu makan.

Jika dilakukan dengan asal dan tanpa pengawasan dari tenaga kesehatan seperti dokter, dokter kandungan, ahli gizi atau bidan, hal ini bisa menyebabkan beberapa hal diantaranya:

1. Kekurangan asupan gizi

Hal utama yang terjadi akibat pembatasan asupan makan baik dari segi jenis, jumlah atau waktu makan adalah asupan gizi yang kurang.

Asal menentukan makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil bisa jadi membuat makanan yang dimakan adalah makanan yang miskin gizi.

ciri-ciri-kontraksi-doktersehat

Padahal seperti yang kita tahu, sebagian besar kebutuhan gizi ibu hamil meningkat. Pembatasan makan akan berisiko menyebabkan ibu hamil rawan mengalami kekurangan gizi seperti zat besi dan vitamin larut air, yaitu vitamin B dan C, yang kebutuhannya harus dipenuhi setiap hari.

2. Gangguan fisik klinis pada ibu hamil

Asupan gizi yang kurang selama hamil juga akan berisiko menyebabkan ibu mengalami gangguan secara fisik dan klinis yang akan menyebabkan beberapa kondisi seperti pusing, mual dan muntah, mudah lemas, letih dan lesu hingga adanya gangguan pada kadar nilai darah, seperti gula darah dan tekanan darah.

Bahaya-anemia-ibu-hamil-janin-doktersehat-1

Hal ini jika berlangsung secara berkepanjangan tentu akan menyebabkan gangguan kondisi kesehatan kehamilan secara umum dan berisiko menyebabkan kehamilan mengalami berbagai komplikasi.

3. Berat badan menjadi turun

Berat badan turun selama kehamilan, justru menjadi hal yang berisiko menyebabkan gangguan pada saat kehamilan. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh ibu mengalami kekurangan energi kronis atau tidak adanya cadangan energi dalam tubuh.

Ukur-fisik-ibu-hamil-doktersehat-1

Hal ini tentu akan mengganggu jalannya persalinan hingga produksi ASI. Berat badan yang turun juga bisa menjadi salah satu risiko tumbuh kembang, baik organ dan sistem tubuh bayi tidak optimal.

4. Tumbuh kembang janin terganggu

Asupan gizi yang kurang hingga berat badan ibu yang turun bisa menjadi kombinasi hal yang akan memengaruhi tumbuh kembang janin secara langsung.

program-hamil-doktersehat

Asupan makan yang dibatasi membuat bahan baku pembentukan organ dan sistem vital pada tubuh janin akan bekurang.

Hal ini yang kemudian bisa menyebabkan gangguan pembentukan atau menyebabkan peningkatan kondisi sakit pada bayi.

Untuk menghindari kondisi diatas, maka akan lebih baik jika ibu hamil tidak asal saat melakukan diet penurunan berat badan.

Diet yang dilakukan ibu hamil haruslah mendapatkan saran dan pengawasan dari tenaga kesehatan terkait agar berat badan tetap terkontrol tanpa harus menganggu kondisi kesehatan ibu dan janin.