Efek Konsumsi Garam Berlebih Bagi Ibu Hamil

Doktersehat - Garam
Photo Credit: Flickr.com/Myklebost

DokterSehat.Com– Menjaga pola makan yang sehat adalah sesuatu yang penting saat memasuki masa kehamilan, karena setiap asupan yang masuk ke tubuh ibu bisa berdampak pada kondisi janin di dalam kandungan. Lantas, bagaimana jika ibu hamil senang mengonsumsi makan makanan yang mengandung garam?

Pada dasarnya, garam atau sodium setidaknya memiliki tiga manfaat bagi tubuh, seperti menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu fungsi saraf, dan memengaruhi cara kerja otot. Namun, asupan garam berlebih dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Berikut ini adalah bahaya yang bisa mengancam apabila ibu hamil mengonsumsi garam berlebihan, di antaranya:

  1. Penyakit jantung

Konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan timbulnya penyakit jantung. Mengingat, ancaman serius yang bisa terjadi pada kesehatan, ibu hamil harus memperhatikan asupan apa saja yang dikonsumsi. Kesehatan jantung harus selalu diperhatikan karena semakin sehat jantung ibu semakin sehat pula janinnya.

  1. Tekanan darah tinggi

Asupan garam yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan natrium alami yang ada dalam tubuh. Kadar natrium dalam tubuh bisa meningkat, sehingga menyebabkan retensi natrium, kemudian hal ini dapat meningkatkan tekanan yang diberikan oleh aliran darah terhadap dinding pembuluh darah. Akhirnya, terjadilah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Jika hal ini terjadi pada ibu hamil, maka asupan oksigen dan nutrisi pada janin akan terhambat.

  1. Menyebabkan obesitas

Obesitas pada ibu hamil sering terjadi dikarenakan konsumsi makanan yang tidak sesuai bagi tubuh. Mengonsumsi garam bagi ibu hamil bisa menjadi penyebab obsesitas tersebut. Sebuah penelitian mengungkapkan, ika Anda mengonsumsi setidaknya satu gram garam setiap harinya, hal itu akan menambah 25 persen kemungkinan Anda untuk terkena obesitas atau kelebihan berat badan.

  1. Preeklampsia

Preeklampsia adalah sebuah penyakit yang sering terjadi pada ibu hamil dan menjadi penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada ibu hamil. Seorang wanita yang baru mengalami kehamilan harus mengetahui dan mengerti dampak yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa tanda yang bisa dikenali, diantaranya: pembengkakan pada anggota tubuh, protein di air seni dan tekanan darah di atas normal.

Sementara itu, mengonsumi garam ternyata menjadi salah satu penyebab kaki menjadi bengkak, hal ini terjadi karena ginjal tidak mampu untuk menyaring kelebihan garam pada urine yang pada akhirnya menyebabkan pembengkakan kaki.

  1. Memperlambat pembentukan ginjal janin

Garam ternyata dapat memperlambat pembentukan ginjal pada janin. Ketika pembentukan ginjal terhambat tentu akan menyebabkan tubuh janin tidak bisa memfiltrasi darah yang masuk dan pada akhirnya menyebabkan kematian pada bayi. Bagi ibu hamil disarankan untuk mengatur asupan garam karena asupan yang sesuai akan bermanfaat bagi tubuh dan janin.

Membatasi Asupan Garam

Seorang ahli nutrisi mengatakan, ibu hamil tetap membutuhkan asupan garam dengan jumlah cukup untuk membantu menjaga kadar cairan pada tubuh. Ibu hamil tidak dilarang untuk mengonsumsi garam, hanya saja disarankan untuk membatasi ataupun lebih memilih makanan rendah garam.

Sebagai contoh, salah satu mi instan yang banyak di konsumsi di Indonesia tercatat memiliki kandungan sodium lebih dari 1.000 miligram. Padahal asupan garam atau sodium yang disarankan per hari untuk orang dewasa berusia di bawah 50 tahun, yaitu tidak lebih dari 2.300 miligram per hari.

Jika memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis, maka asupan garam sebaiknya tidak lebih dari 1.500 gram per hari. Selain membatasi asupan garam, ibu hamil juga sebaiknya membatasi asupan lemak dan gula yang terlalu tinggi.