Bahaya Efek Resistensi Antibiotik

DokterSehat.Com – Ketika Anda memeriksakan diri ke dokter dan diberikan resep antibiotik, dokter umumnya mengingatkan Anda untuk meminum obat hingga habis. Sedangkan beberapa dokter lain enggan memberikan antibiotik bila belum dapat dipastikan Anda terinfeksi bakteri. Hal-hal tersebut merupakan upaya dokter untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Dan upaya ini harus dilakukan terus menerus.

doktersehat-obat

Alexander Fleming mengatakan dalam pidatonya saat menerima Nobel tahuni 1945, “There is the danger that the ignorant may easily underdose himself and by exposing his microbes to non-lethal quantities of the drug make them resistant.” Sekarang, 70 tahun setelah nya, terbukti apa yang dikatakan Fleming benar. Konsumsi antibiotik dengan dosis yang tidak adekuat, dosis yang berlebihan, dan tidak tepat menyebabkan umat manusia menghadapi bahaya resistensi antibiotik.

Tingkat resistensi antibiotik saat ini sangat mengkhawatirkan. Setiap tahun para peneliti menemukan bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Di saat bersamaan, baik peneliti maupun pabrik farmasi bekerja keras untuk menemukan antibiotik baru. Di antara antibiotik baru yang dihasilkan, kebanyakan adalah turunan dari jenis antibiotik yang sudah ada sebelumnya. Sangat sulit untuk menghasilkan golongan antibiotik yang benar-benar baru.

Resistensi terjadi ketika bakteri penyebab infeksi kebal terhadap paparan obat yang normalnya mampu membunuh maupun menghentikan pertumbuhan mereka. Walaupun hal ini wajar terjadi karena evolusi biologis bakteri, namun menjadi mengkhawatirkan karena faktor-faktor seperti penggunaan antibiotik yang tidak tepat, kurangnya kontrol terhadap infeksi, dan mudahnya infeksi menyebar dengan adanya kemajuan dalam transportasi.

Di negara berkembang, penyebab utama resistensi adalah upaya pencegahan yang kurang baik, obat-obatan yang di bawah standar, kurang terlatihnya tenaga kesehatan, dan kurangnya akses untuk pemeriksaan penunjang terkait infeksi. Upaya pencegahan yang kurang baik menyebabkan tingginya angka infeksi, sedangkan akses untuk pemeriksaan penunjang dan obat-obatan kurang, sehingga orang yang sakit mendapatkan obat yang di bawah standar baik kualitas maupun kuantitasnya. Obat tersebut tidak mampu membunuh kuman dengan optimal sehingga terjadi resistensi di kemudian hari.

Baca Juga:  Pria yang Hobi Makan Junk Food Bisa Meningkatkan Resiko Kanker Pada Anaknya

Menyediakan akses untuk antibiotik berkualitas adalah tugas pemerintah dan pembuat kebijakan. Yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah makin parahnya resistensi obat adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan dalam rangka pencegahan penyakit, mulai dengan cuci tangan dengan cara yang benar setiap selesai menyentuh kotoran maupun saat akan bersentuhan dengan makanan. Cara lain lagi adalah dengan menggunakan antibiotik dengan bijaksana dan sesuai pesan dokter: habiskan dan segera kontrol jika obat habis.