Bahaya Dibalik Perut Yang Buncit

DokterSehat.Com – Bagi beberapa orang, badan yang gemuk dan perut yang membuncit seharusnya tidak menjadi masalah meskipun bisa menyebabkan penurunan kepercayaan diri. Banyak orang yang berpikir jika asalkan mereka tetap sehat, maka badan gemuk dan perut yang membuncit tidak akan menjadi masalah. Sayangnya, pakar kesehatan ternyata berkata lain. Timbunan lemak yang membuat perut membuncit ini ternyata bisa memberikan dampak buruk berupa masalah kesehatan yang berbahaya.

doktersehat-perut-diet-buncit-belly-jamu-galian-singset

Tahukah anda, perut yang membuncit adalah kondisi dimana lingkar pinggang pria melebihi 95 cm dan lingkar pinggang wanita melebihi 80 cm. Membuncitnya perut ini disebabkan oleh menumpuknya lemak visceral, sebuah lemak yang tanpa kita sadari juga bisa menyelimuti organ penting di dalam tubuh layaknya ginjal dan juga hati. Selain alasan ini, lemak visceral ternyata juga bisa memprodukisi hormon dan beberapa bahan kimia yang akan membuat proses metabolisme mangalami gangguan dan peradangan pun bisa berlangsung dan pada akhirnya memicu bebreapa penyakit seperti sebagai berikut.

Pernah mendengar anggapan mereka yang memiliki perut buncit memiliki resiko terkena penyakit jantung yang sangat tinggi? Anggapan ini ternyata benar adanya. Perut membuncit yang kaya akan lemak visceral, sebuah lemak yang berasal dari proses metabolisme pada liver, ternyata bisa menyebabkan kadar kolesterol jahat semakin bertambah parah pada pembuluh darah arteri. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka pembuluh darah pun akan dipenuhi oleh plak yang bisa meningkatkan resiko aliran darah menyempit atau terhambat dan menimbulkan serangan jantung.

Pakar kesehatan ternyata juga menyebutkan jika perut membuncit yang kaya akan lemak visceral ini bisa membuat resiko terkena penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes meningkat. Bagaimana tidak, banyaknya lemak visceral dalam tubuh ikut mempengaruhi terhambatnya aliran darah dan menyebabkan penyakit ini. Selain itu, kemampuan lemak visceral menyebabkan peradangan ternyata juga ikut membuat kenaikan kadar gula darah dengan signifikan sehingga resiko terkena diabetes pun meningkat.