Bahaya Dibalik Konsumsi Minuman Berenergi

DokterSehat.Com – Minuman berenergi kerap kali dikonsumsi oleh mereka yang cenderung bekerja dengan menggunakan otot dan tenaga yang besar sepanjang hari. Sebagai contoh, para pengendara bus jarak jauh antar provinsi akan sangat mengandalkan minuman berenergi agar mereka bisa mengendarai bus yang penuh dengan puluhan penumpang agar bisa sampai dengan tujuan dengan selamat. Minuman energi sendiri sangat mudah ditemui di berbagai tempat dari supermarket hingga toko-toko kelontong. Dibalik kegunaannya yang bisa memberikan energi yang besar bagi yang mengkonsumsinya, minuman berenergi ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.



Jika anda jeli dalam merasakan minuman berenergi, hampir semua minuman berenergi akan terasa manis. Hal ini dikarenakan minuman berenergi memiliki bahan dasar berupa gula dan kefin yang cukup tinggi. Selain itu, ada bahan lain layaknya guarana, panax ginseng, hingga taurine. Bahan panax ginseng sendiri bahkan diklaim bisa meningkatkan gairah sensual sehingga minuman berenergi bisa digunakan oleh mereka yang ingin memuaskan nafsu biologis. Sayangnya, jika minuman ini dikonsumsi rutin hingga cukup lama, ternyata bahan-bahan tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup besar.

Jika kita mengkonsumsi minuman berenergi lebih dari dua kaleng sekaligus, maka anda akan mengalami kenaikan detak jantung dengan sangat signifikan. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya adanya kadar kafein yang cukup tinggi. Hal ini berarti, jika kita memiliki jantung yang cenderung lemah, maka mengkonsumsi minuman berenergi dalam jumlah yang besar ternyata bisa menyebabkan serangan jantung yang bisa membahayakan nyawa.

Minuman berenergi sendiri bisa memberikan efek ketagihan. Banyak orang yang berkata jika mereka tidak bisa tidur karena efek terlalu banyak meminum minuman bereneri. Selain itu, saat pagi hari, tubuh akan terasa lesu dan jika tidak meminum minuman berenergi, maka tubuh pun akan terasa tidak fit dan bahkan sakit kepala sehingga tidak bisa melakukan pekerjaan. Sayangnya, kebiasaan meminum minuman berenergi ini bisa membuat tubuh beresiko mendapatkan diabetes tipe 2 karena tingginya kadar gula yang kita konsumsi setiap hari.

Baca Juga:  Mengapa Banyak Pensiuan yang Terserang Penyakit Alzheimer?