Manfaat dan Bahaya Seks Saat Hamil

Doktersehat-hubungan-seks-saat-hamil
Photo Credit: Flickr.com/Alondra Pérez

DokterSehat.Com– Sebagian orang percaya bahwa berhubungan seks ketika hamil dapat membantu kelancaran proses persalinan. Saat berhubungan seks, prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat mengakibatkan kontraksi guna membantu penekanan sehingga kepala bayi dapat masuk ke bawah bagian panggul. Secara tidak langsung ini dapat membantu juga. Namun hubungan seks pada usia kehamilan tua tetap mempertimbangkan keamanannya.

Hal yang Harus Diperhatiksan Seks Saat Hamil

1. Harus hati-hati

Hubungan saat hamil muda harus dilakukan dengan nyaman agar tidak terjadi kontraksi yang dahsyat sehingga menyebabkan pecahnya ketuban. Pasalnya, pecahnya ketuban menyebabkan bayi keracunan dan terinfeksi. Usaha boleh tapi kebersihan juga harus terjaga.

Apabila Anda mengalami pecah ketubah segeralah menghubungi dokter pelayanan kehamilan Anda, karena golden priodenya 6 jam. Bila lebih dari 6 jam harus diberikan antibiotik. Bila tidak maka akan semakin banyak kumannya.

Masalah lain yang harus diwaspadai adalah tali pusar akan terjepit di antara bayi dan rahim. Akibatnya dapat terjadi gawat pada janin. Bayi menjadi sesak dan kehabisan oksigen karena oksigen tidak dapat masuk ke tubuh bayi.

Ada proses mengisap, bayi bisa menelan air ke tuban ke paru-paru. Itu akan berbahaya. Selain itu, dalam situasi tertentu berhubungan seks pada trimester kedua tidak diperbolehkan khususnya pada ibu hamil dengan plasenta previa, di mana plasenta menghalangi serviks. Pelebaran serviks prematur, dan berisiko mengalami persalinan prematur.

2. Waktu yang tepat

Waktu yang tepat untuk berhubungan seks sewaktu hamil yaitu setelah trimester pertama hingga usia 7 bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah relaks dan lebih nyaman. Pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya Anda menunda hubungan seks terlebih dahulu. Pasalnya, hubungan seks di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila tejadi kontraksi dahsyat.

Sedangkan pada usia kehamilan 7-9 bulan, frekuensi hubungan seks sebaiknya dikurangi sampai janin berusia 9 bulan karena sangat membahayakan janin. Pasalnya kontraksi bisa mengakibatkan pecah ketuban dan bayi dapat terinfeksi. Sementara bila bayi harus dilahirkan, paru-parunya belum matang. Waktu yang sangat membahayakan yaitu antara kehamilan usia 7-8 bulan.

Pada kehamilan berusia 9 bulan, bayi sudah siap untuk dilahirkan bila terjadi kontraksi sehingga air ketuban pecah. Pasalnya, paru-paru bayi sudah matang. Kalau bisa di atas 36 minggu, bila pecah ketuban, bayi lahir sudah aman karena mampu bernapas di luar tubuh ibu.

3. Posisi seks yang aman

Banyak orang menganggap seks saat hamil sangat berbahaya pada janin karena penis, orgasme dan ejakulasi dapat mencederai bayi. Sebenarnya tidaklah demikian, hubungan seks dengan pasangan pada saat hamil dan menjelang persalinan dilakukan dengan sangat rileks. Posisi yang baik dalam berhubungan seks saat hamil, yaitu tidak menekan perut.

Posisi berhubungan seks saat hamil yang baik adalah setengah duduk. Posisi ini tidak menekan perut atau dapat pula Anda mengambil posisi suami berlutut dengan satu lutut untuk menahan berat badannya. Gaya lainnya, Anda dapat mengangkat kedua kaki ke atas agar Anda nyaman saat bercinta.

8 Manfaat Berhubungan Intim Saat Hamil

Di antara hormon Anda yang bergejolak, mual di pagi hari, dan lingkar pinggang yang terus melebar, seks mungkin menjadi hal terakhir dalam pikiran ketika Anda hamil.

Meskipun begitu, berhubungan seks ternyata dapat memberikan keajaiban untuk kesehatan, kehamilan dan hubungan Anda.

Berikut adalah sembilan alasan mengapa seks saat masa kehamilan tidak hanya sehat, tetapi mengapa hal itu mungkin lebih baik dari sebelumnya.

1. Melatih otot untuk persalinan

Mencapai orgasme meningkatkan kontraksi di dasar panggul, ini membantu memperkuat otot yang Anda perlukan untuk persalinan dan setelah melahirkan. Begitu Anda mendorong bayi melalui otot-otot itu, mereka akan lebih mudah memperkuatnya.

2. Mengatasi beser

Apakah Anda sering kencing atau beser? Sering ke kamar mandi, bahkan ngompol ketika Anda bersin atau tertawa dapat terjadi ketika Anda hamil. Karena bayi Anda semakin besar dan menekan kandung kemih Anda, itu bahkan bisa lebih tidak nyaman. Kabar baiknya adalah otot sama yang Anda perkuat saat hubungan seksual, untuk persalinan juga dapat membantu aliran urine.

3. Mencegah komplikasi

Menurut sebuah penelitian di Denmark, sering melakukan seks saat hamil dapat membantu mencegah preeklamsia. Para peneliti percaya itu karena protein yang ditemukan dalam sperma dapat mengatur sistem kekebalan tubuh. Namun karena penyebab preeklampsia tidak diketahui, penting untuk menjaga kunjungan pranatal dan berbicara dengan dokter tentang risiko Anda.

4. Menurunkan tekanan darah

Meskipun tekanan darah Anda mungkin lebih rendah setelah berhubungan seks, itu hanya sementara sehingga obatnya tidak berhubungan seks sepanjang waktu. Karena tekanan darah tinggi dapat menjadi serius bagi Anda dan bayi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang cara mencegah atau mengontrol tekanan darah.

5. Orgasme lebih baik

Karena ujung saraf tubuh Anda lebih sensitif, puting dan klitoris akan membesar, dan ada lebih banyak estrogen yang menarik aliran darah ke pelvis, biasanya lebih mudah untuk mencapai orgasme dan mereka juga lebih lama dan lebih kuat. Wanita yang mengalami kesulitan mengalami orgasme sebelum kehamilan mungkin sekarang merasa tidak lagi melakukannya.

6. Meningkatan harga diri

Dengan semua perubahan yang terjadi selama kehamilan, dapat dirasakan bahwa tubuh Anda bukan lagi milik Anda. Namun melakukan hubungan seks dapat membantu memulihkan kepercayaan diri dan perasaan positif tentang diri Anda.

Bagi banyak wanita, ini adalah waktu dalam kehidupan di mana seks adalah bagian yang sangat penting dari siapa mereka, hubungan mereka dan bagaimana perasaan mereka.

7. Mengurangi stres

Meskipun kehamilan membahagiakan, biasanya Anda perlu khawatir tentang hal-hal seperti pekerjaan, keuangan, dan bagaimana kehidupan Anda akan berubah setelah bayi lahir. Oksitosin, hormon cinta yang dilepaskan tubuh saat mengalami orgasme, dapat membantu menghilangkan beberapa stres itu dan juga membantu tidur lebih nyenyak.

8. Meningkatkan koneksi

Sering melakukan seks saat hamil akan membantu memperkuat hubungan intim dan ikatan yang Anda miliki dengan pasangan dan membentuk kebiasaan yang sehat untuk masa depan.

9. Persiapan untuk persalinan

Jika menjalani jangka waktu penuh atau melewati batas waktu, berhubungan seks tidak akan membuat Anda melahirkan, tetapi hal itu dapat membantu tubuh Anda mempersiapkan karena air mani mengandung prostaglandin yang dapat membantu mematangkan serviks.

Bahaya Seks Saat Hamil

Dalam beberapa kasus berisiko tinggi, bagaimanapun, seks selama kehamilan bisa berisiko. Banyak dokter menganjurkan wanita yang berisiko mengalami persalinan prematur menghindari kehamilan seks karena air mani mengandung zat yang dapat menyebabkan rahim berkontraksi. Dokter atau bidan Anda akan memberi tahu jika Anda perlu khawatir.

Seks selama kehamilan dapat membakar kalori tetapi cari tahu apakah berat kehamilan Anda berada di jalur yang benar.

Berhubungan seks selama kehamilan dapat berisiko, jika:

  • Dokter telah menasihatinya untuk alasan apa pun.
  • Anda mengalami pendarahan yang tidak dapat dijelaskan dan riwayat kelahiran prematur atau persalinan.
  • Anda memiliki plasenta previa, suatu kondisi di mana sebagian dari plasenta menutupi serviks.
  • Air ketuban Anda telah rusak.
  • Mengalami pendarahan.
  • Trimester terakhir

Jika Anda termasuk dalam salah satu kategori risiko di atas, pastikan untuk meminta dokter atau bidan Anda untuk mengklarifikasi lamanya waktu bahwa hubungan seksual harus dibatasi dan spesifik lainnya, seperti menghindari orgasme. Dan selalu hubungi praktisi jika mengalami pelepasan darah merah terang setelah berhubungan seks (terutama jika disertai demam), atau cairan bocor.