Bahaya Anemia Saat Hamil

DokterSehat.com – Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat anemia sebaiknya lebih waspada menjalani kehamilan. Pasalnya anemia dapat mempengaruhi kehamilan Anda nantinya.



Pada trimester pertama kehamilan banyak digunakan sel darah merah dalam pembentukan janin. Peningkatan anemia akan terjadi pada kehamilan trimester kedua akibat asupan makan yang tidak seimbang saat trimester pertama yang disebabkan ibu kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah-muntah. Padahal awal kehamilan tubuh membutuhkan dua kali lipat zat besi. Jumlah kalori, lemak, protein, vitamin, dan mineral juga harus tercukupi.

Risiko lain yang dapat meningkatkan anemia adalah kehamilan berulang dalam waktu dekat. Kondisi ini terjadi akibat cadangan zat besi lebih cepat digunakan sebelum kondisi tubuh pulih dari kehamilan sebelumnya. Hamil pada usia remaja juga berisiko tinggi. Selain itu, kondisi stres sebelum maupun saat sedang menjalankan kehamilan juga berisiko menyebabkan anemia.

Ibu hamil yang mengalami anemia biasanya ditandai dengan gejala kurangnya nafsu makan sehingga berdampak pada stamina yang menurun. Anda menjadi rentan terkena beberapa infeksi, pandangan berkunang-kunang secara tiba-tiba, beberapa bagian tubuh nampak pucat, misalnya pada wajah, kuku, bibir, dan kelopak mata. Jika anemia cukup berat bisa menyebabkan sesak napas dan lemah jantung.

Bagi wanita hamil yang masih bekerja di kantoran kemungkinan gejala yang ditimbulkan adalah kesulitan fokus. Jika dibiarkan, anemia bisa berisko menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, atau cacat. Dalam kondisi ini kesehatan janin dan ibu bisa ternacam. Karena itu, penting sekali memperhatikan asupan nutrisi selama masa kehamilan.