Bahan Pelembab Belum Tentu Baik Bagi Kulit

DokterSehat.Com – Jika kita melihat produk perawatan kulit yang banyak beredar di masyarakat, maka sebagian besar produk perawatan kulit memiliki kandungan pelembab yang diyakini bisa membuat kulit menjadi lebih sehat dan cantik. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa wanita akan memakai produk pelembab setidaknya dua kali dalam sehari. Bahkan, di Inggris sendiri rasio wanita yang memakai pelembab setiap hari bisa mencapai delapan dari sepuluh wanita. Secara total wanita di Inggris juga bisa menghabiskan Rp 8,26 trilyun setiap tahunnya yang dibelankakan untuk produk pelembab saja.

doktersehat-pasangan-seks-couple

Meskipun menjadi produk yang bisa membuat tampilan kulit lebih sehat dan lebih cantik, produk pelembab ternyata belum tentu baik bagi kesehatan kulit. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan perawatan kulit La Roche-Posay menunjukkan bahwa wanita yang rajin menggunakan produk pelembab justru akan mengalami kulit kering dan sensitif dengan rasio resiko hingga 70 persen. Bahkan 44 persen dari wanita pengguna produk pelembab juga beresiko mendapatkan masalah kulit berupa jerawat. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pakar kesehatan kulit dan kosmetika bernama Eachael Eckel berujar bahwa produk pelembab ternyata tidak serta membuat kulit justru menjadi lebih sehat. Bahkan, Eckel justru menuding produk pelembab berkontribusi erat dalam menyebabkan penyakit kulit. Banyak produk pelembab yang beredar menyebabkan sel-sel kulit mati justru bertumpukan pada kulit. Produk pelembab juga bisa membuat pori-pori kulit menjadi lebih besar sehingga kulit pun akan menjadi lebih sensitif dan mendapatkan beberapa masalah layaknya jerawat.

Yang menjadi masalah adalah, banyak wanita yang berpikir bahwa kulitnya akan membutuhkan produk pelembab meskipun kulitnya sudah memiliki pelembab alami. Tercatat, hanya 15 persen wanita di seluruh dunia yang memang secara genetik membutuhkan produk pelembab. Jika seseorang yang memiliki kulit yang normal memakai produk pelembab setiap hari, bisa jadi kulit akan kehilangan kemampuan memproduksi kelembaban alami dan pada akhirnya akan membuat kulitnya akan cenderung lebih kering dan selalu bergantung pada produk pelembab.